7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
BCA Mempermudah Nasabah WELMA Untuk Berinvestasi. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mempermudah nasabah WELMA untuk bertransaksi. Pihaknya menyematkan fitur single investor identification (SID) untuk mempermudah nasabah mendaftarkan nomor SID sebagai syarat melakukan transaksi investasi.
Sekadar informasi, WELMA ini merupakan aplikasi mobile wealth management dari BCA dan digunakan untuk transaksi produk investasi reksa dana, obligasi, dan asuransi.
Wakil Presiden Direktur BCA, Suwignyo Budiman, mengatakan, kehadiran SID Online ini membuat nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang maupun menghubungi Halo BCA untuk mendaftar. Dengan adanya penambahan fitur ini, aplikasi WELMA telah lengkap menjadi solusi investasi mobile bagi nasabah BCA.
“ Sekarang nasabah malas antre panjang di kantor cabang. Semua maunya serba mudah, cepat. Ini jawabannya,” kata Suwignyo dalam “ Virtual Press Conference WELMA SID Online,” Rabu 3 Januari 2021.
Apalagi, kata dia, instrumen investasi yang ditawarkan aplikasi itu memiliki harga yang terjangkau. Dengan uang Rp100 ribu, orang bisa berinvestasi melalui aplikasi manajemen kekayaan milik BCA.
“ Dengan SID online, orang nggak malu-malu buat investasi kecil. Sekarang, kalau nggak mau dilihat orag lain, masuk kamar, kunci pintu, lalu buka WELMA,” kata Suwignyo.
Senior Executive Vice President Divisi Wealth Management BCA, Christine Setyabudhi, mengatakan BCA membukukan pertumbuhan pengguna aplikasi. Sejak diluncurkan pada 2019, aplikasi ini telah mengantongi lebih dari 84 ribu pengguna dan 75 ribu transaksi.
Aplikasi WELMA telah mencatatkan nominal transaksi yang mencapai Rp 6,7 triliun per Januari 2021. Transaksi yang mencatatkan nominal terbesar pada aplikasi ini adalah pembelian SBN Ritel dan frekuensi transaksi terbanyak adalah pada pembelian reksa dana. Dikatakan bahwa obligasi menjadi sasaran bagi pemula yang belum memahami sepenuhnya reksa dana.
“ Angka ini menjadi bukti bahwa perkembangan bisnis wealth management kian berkembang pesat meskipun di tengah pandemi,” kata Christine.
Christine mengatakan, semula, aplikasi ini ditujukan kepada generasi milenial. Namun, kini, banyak juga generasi di atas milenial atau yang high market ikut menjadi investor melalui WELMA.
Dream – Sri Bintang Pamungkas menggugat PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senilai Rp10 miliar. Dia menggugat ban swasta terbesar di Tanah Aair itu karena dituding telah melelang sertifikat persil wilis yang dijadikan jaminan atas kredit terhadap bank tersebut.
Dikutip dari laman Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 26 Januari 2021, gugatan ini terdaftar dengan nomor perkara No. 22/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL. Dalam perkara itu, Sri Bintang tak hanya menggugat BCA, tetapi juga Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta II.
Dalam perkara, disebutkan persil wilis dan sertifikatnya adalah hak milik Nyonya Ernalia, istri Sri Bintang. Persil wilis dan sertifikatnya ini berada di bawah penguasaan BCA sebagai objek hak tanggungan yang seharusnya berakhir pada 2016.
“ Menyatakan menetapkan bahwa perjanjian perpanjangan kredit yang dilakukan tergugat bersama-sama debitur tanpa pemberitahuan kehadiran dan persetujuan pemberi hak tanggungan adalah bertentangan dengan hukum,” tulis gugatan yang dilayangkan pada 4 Januari 2021.
![]()
Sri Bintang menuntut para tergugat membayar Rp10 miliar sebagai ganti rugi. Rinciannya, ganti rugi akibat jaminan dijual rumah senilai Rp2 miliar, Rp1 miliar setahun untuk penantian kembalinya SHM persil wilis selama 5 tahun sejak 2016, serta biaya materiil dan imateriil yang harus dikeluarkan untuk menyampaikan gugatan dan sidang-sidang di Pengadilan Negeri, kemungkinan banding, dalam upaya mencari keadilan dan kebenaran senilai Rp3 miliar.
Dia juga menuntut para tergugat untuk membayar Rp100 juta per hari untuk penundaan atas putusan pengadilan.
Mengenai gugatan tersebut, Executive Vice President Secretariat and Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, menyatakan tindakan yang dilakukan BCA sudah sesuai dengan operasional perbankan, termasuk untuk lelang jaminan.
“ Dapat kami sampaikan bahwa BCA sebagai lemabaga perbankan telah menjalankan operasional perbankan, termasuk proses lelang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata dia dikutip dari keterangan tertulis.
BCA, lanjut dia, tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “ BCA tetap menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan akan menggunakan hak-hak hukum BCA yang akan disampaikan dalam persidangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?