Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream – Pemerintah menargetkan kendaraan bermotor listrik, baik sepeda motor maupun mobil, bisa diproduksi secara penuh pada 2025. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan infrastruktur dan fasilitas fiskal untuk mendukung upaya masuk ke dalam industri kendaraan bermotor listrik.
“ Sepeda motor listrik kan salah satu, kalau sepeda motor kan dalam arti secara praktek lebih sederhana dan kita sampaikan target dalam 2025 baik itu motor maupun mobil itu 20 persen secara keseluruhannya menggunakan listrik,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, Selasa 15 Januari 2019.
Airlangga mengatakan pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk kebijakan fiskalnya plus persyaratan-persyaratan siapa yang eligible memenuhi syarat untuk menggunakan fasilitas tersebut.
Pada tahap awal, insentif yang diberikan adalah bea masuk 0 persen untuk kendaraan listrik dan selanjutnya pajak Pajak Pembelian Barang Mewah (PpnBM).
Dia juga mengatakan pemerintah terbuka terhadap pemegang merek kendaraan motor dari luar negeri yang akan masuk ke Indonesia.
Karena tahap awalnya pasti akan dimulai dengan bea masuk 0 persen untuk kendaraan berbasis electric vehicle ini. Kemudian PPnBM-nya juga diturunkan. Ketentuan ini berlaku untuk mobil hybrid atau electric vehicle.
“ Yang dibuka adalah sistem dan fasilitas apakah itu mau pemegang merk atau merk baru itu semua terbuka,” kata Airlangga.
Ketika ditanya tentang penyelesaian regulasi, Airlangga mengatakan aturan ini baru rampung kalau sudah berkonsultasi dengan menteri keuangan dan Komisi XI DPR RI.
“ Produksi belum (bisa) 2019,” kata dia.
Namun, lanjut Airlangga, sudah ada produsen yang membuat motor listrik dengan berbagai merek. Kalau regulasinya sudah jelas, produksinya akan dipacu.
“ Ya, Insya Allah dalam waktu dekat,” kata dia.
Dream – Pemerintah terus mendorong percepatan realisasi proyek mobil listrik. Saat ini, aturan terkait proyek mobil listrik ini tinggal menunggu tanda tangan Presiden Joko Widodo.
“ Sudah di Sekretariat Negara. Tinggal tanda tangan. Kami harapkan dalam waktu dekat, sudah keluar,” kata Direktur Teknik dan Lingkungan Ketanagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Munir Ahmad di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 25 Januari 2018.
Menurut Munir, salah satu hal yang diatur dalam beleid ini adalah tugas-tugas kementerian terkait dan PT PLN (Persero) untuk mendorong percepatan mobil listrik.
![]()
“ Setiap kementerian punya tugas masing-masing, Kementerian Perindustrian apa (tugasnya), Kementerian Perdagangan apa, dan kami apa. Kemudian, PLN menyiapkan SPLU-nya,” kata dia.
Dream – Divisi mobil Ford Motor Company, Lincoln, bakal menghadirkan Lincoln Aviator generasi kedua pada 2020. Lincoln Aviator generasi dua ini merupakan mobil plug in hybird yang menggunakan baterai dan BBM sebagai bahan bakarnya.
Alih-alih menyebut mobil ini sebagai PHEV (plug in hybird electriv vehicle), produsen mobil asal Amerika Serikat ini justru menyebut mobil ini dengan sebutan Grand Touring.
“ Sederhananya, apa yang dilakukannya sehingga membuat kendaraan lebih menarik untuk dikendarai. Ini adalah definisi paling murni dari Grand Touring,” kata Kepala Pemasaran Lincoln, Robert Parker dikutip dari Carbuzz, Rabu 5 November 2018.
Parker mengatakan perusahaan memang ingin mengubah citra mobil ramah lingkungan menjadi menyenangkan.
Alasan lain mereka enggan menggunakan kata listrik untuk mobil hybird agar lebih menarik minat masyarakat. Dikatakan bahwa masyarakat menyukai kata-kata yang artinya tak diketahui.
Sekadar informasi, Aviator Grand Touring ini memiliki dua mode pengendaraan, yaitu Pure EV dan Preserve EV. Mobil pure EV hanya menggunakan motor listrik, sedang Preserve EV menggunakan V6. Perpaduan motor listrik dan mesin twin turbo V6 berkapasitas 3,6 liter akan menyemburkan daya 450 Tk.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya