Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Maskapai Penerbangan Menaikkan Harga Tiket Pesawat Karena Merugi.
Dream – Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) menyatakan keputusan menaikkan tarif pesawat rute domestik terpaksa dilakukan pengelola angkutan udara.
Pengelola maskapai penerbangan umumnya menaikkan harga tiket pesawat rute domestik karena kondisi keuangan sebagian besar perusahaan merugi. Bahkan perusahaan masih tetap merugi meskipun sudah mengenakan tarif batas atas.
Ketua Umum INACA, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, menjelaskan ada sejumlah variabel biaya yang mengalami kenaikan sebesar 171 persen. Namun, kenaikan ini tidak diikuti dengan perubahan tarif batas atas dan bawah.
" Variabel itu ditentukan oleh kondisi market internasional khususnya pembayaran. Semua masyarakat tahu pembayaran komponen pembayaran dalam dolar dari kurs fluktuasi dan kondisinya pun fluktuatif," ujar Ari di Jakarta, ditulis Rabu 16 Januari 2019.
Dia mengatakan biaya BBM meningkat 40-45 persen. Belum lagi ditambah dengan biaya perawatan pesawat yang dikuasai oleh Boeing dan Airbus.
“ Leasing itu oligopoli dari Eropa 70-80 persen berasal dari Eropa Amerika baru-baru ini aja China dan Jepang. Namun aksesibilitas mereka itu. Memang satu maintanance, itu dikuasai oleh license-nya,” kata dia.
Dengan berbagai macam pembiayaan itu, Ari yang juga menjabat sebagai Dirut Garuda Indonesia ini menduga perusahaan masih akan tetap merugi meski semua maskapai penerbangan menerapkan tarif batas atas.
" Saya di Garuda, itu dengan tarif batas (atas) saja itu rugi," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut perusahaan berusaha mendapatkan sumber pendapatan lain dari harga tiket. Namun penghasilan ini sifatnya sangat fluktuatif.
Selain itu, lanjut Ari, banyak maskapai juga berusaha menggali sumber pemasukan baru dari bagasi, angkutan kargo, dan iklan.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya