Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG
Dream - Meski bocoran Cawapres Joko Widodo sudah keluar semalam, pelaku pasar mengambil sikap hati-hati. Akibatnya, indeks yang naik signifikan di sesi pra pembukaan, sempat kembali melemah awal perdagangan awal pekan ini.
Pada pembukaan perdagangan Senin, 19 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 21,48 poin (0,43%) ke level 5.053,051.
Bertahannya IHSG di level 5.000 membuat indeks saham syariah cukup nyaman di zona hijau. Hingga perdagangan pukul 9.40 WIB, menguat 1,61 poin (0,97%) ke level 166,87.
Besarnya sentimen positif di awal pekan ini membawa saham-saham bluechips syariah menguat tinggi. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menguat 1046 poin (1,54%) ke level 691,14.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini mencapai Rp 1,33 triliun dengan efek berpindahtangan sebanyak 6,79 miliar.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya memperkirakan IHSG hari ini bakal bergerak naik pada kisaran lebar.
" Dengan support ada di level 4975, resisten kuat IHSG ada di kisaran 5.050 - 5.100. Atau lebih tepatnya, kisaran gap di 5.055-5.068 akan menjadi penentu," katanya.
Jika IHSG bergerak naik tapi gagal ditutup di atas kisaran gap tersebut, pemodal sebaiknya sudah melakukan aksi profit taking untuk posisi trading.
Meskipun demikian, jika kisaran resisten di 5.050-5.100 ini mampu ditembus, resisten kuat IHSG baru akan terlihat di kisaran 5.200-5.250.
Satrio menjelaskan, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang buruk, ditambah dengan kinerja emiten di kuartal I-2014 yang tidak terlalu bagus, membuatnya lebih cenderung memberikan rekomendasi Sell On Strength.
Posisi pembelian spekulatif di awal perdagangan sebaiknya dilakukan dalam jumlah yang rasional agar jika terjadi kondisi yang diluar perkiraan, pemodal bisa tetap tenang dalam menghadapinya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya