Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

IHSG Tembus 5.000, Indeks Syariah Betah di Zona Hijau

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 16 Mei 2014 16:19
IHSG Tembus 5.000, Indeks Syariah Betah di Zona Hijau
IHSG akhirnya menembus level 5.000 setelah tren kenaikan terus berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Sentimen masuknya pemodal asing membawa indeks menguat jelang libur akhir pekan ini.

Dream - Tren naik indeks bursa saham nasional akhirnya bertahan hingga sesi penutupan perdagangan jelang libur akhir pekan. Masuknya dana asing ikut membantu indeks tembus level 5.000.

Pada penutupan perdagagangan saham Jumat, 16 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat di menit-menit terakhir dengan menguat 39,93 poin (0,8 persen) ke level 5.031,57.

Tembusnya indeks ke level 5.000 membawa angin segara bagi indeks saham utama lainnya. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,18 poin (0,72 persen) ke level 1,65,32.

Saham-saham bluechips syariah juga mencatat penguatan terlihat dari indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 8,03 poin (1,2 persen) ke level 680,63.

Meski menguat, indeks ISSI justru didominasi oleh koreksi harga saham dari 95 emiten. Sementara 94 emiten lainnya bergerak menguat dan ikut membawa IHSG menembus level 5.000.

Aktivitas jual beli saham syariah jelang libur akhir pekan ini mencapai 31,27 miliar efek dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,9 triliun.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, mengatakan penguatan IHSG terjadi di tengah penutupan bursa Hang Seng yang relatif tak memberikan sinyal baru.

Pemodal juga belum bisa mengharapkan adanya pengumuman Cawapres dari PDI-Perjuangan.

" Asing mulai meningkatkan aksi beli, itu yang membuat IHSG menguat sejak pagi," katanya.

Meski indeks sektor pertambangan masih tak mampu beranjak dari zona hijau, saham bluechips syariah ITMG justru menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) sebesar Rp 275 per saham.

Top gainer lainnya adalah EXCL yang menguat Rp 250, PTBA Rp 250, AALI Rp 200, dan TLKM Rp 135 per saham.

Beri Komentar