Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Suasana Sore Di Doha, Qatar
Dream - Gejolak harga bahan pangan biasanya menjadi momok sebuah negara dalam menjaga kestabilan laju inflasi. Namun, rumus ini tak berlaku bagi negara-negara kaya di kawasan Arab.
Penduduk negeri kaya minyak, Qatar, justru sangat khawatir jika harga furnitur, tekstil, dan peralatan rumah tangga melonjak tinggi. Alasannya, kenaikan harga tiga barang itu akan mendorong meningkatnya harga sewa rumah.
Di Qatar, kenaikan harga ketiga produk yang mencapai 2,8% rupanya mampu mendorong kenaikan harga sewa rumah hingga 6,8%. Kenaikan ini didasarkan kondisi pada akhir April lalu dibanding April tahun sebelumnya.
Akibatnya, data Kementerian Perencanaan Pembangunan dan Statistik Dubai mencatat, laju inflasi April di negara kaya itu meningkat 0,2% dibandingkan Maret 2014.
Hampir sebagian besar pengeluaran rumah tangga penduduk Qatar memang ditujukan untuk sewa rumah, transportasi, dan komunikasi. Sayangnya, ketiga sumber pengeluaran belanja ini justru terus mengalami kenaikan harga.
Selain harga sewa rumah, biaya angkutan dan komunikasi tercatat naik sekitar 0,1% dibandingkan bulan Maret. Kenaikan harga energi dan bahan bakar ini memukul inflasi karena besarnya kontribusi kedua komoditas itu terhadap perhitungan inflasi, yaitu sebesar 32,2%.
Beruntung tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Makanan, minuman, dan tembakau justru menekan inflasi sebesar 0,4% dibandingkan bulan Maret. Begitupun dengan harga hiburan, rekreasi, pelayanan , pakaian, dan alas kaki yang mengalami deflasi pada bulan April ini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya