Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Game Fenomenal Angry Bird (mashable.com)
Dream - Pembuat game fenomenal Anggry Bird tengah dalam masalah besar. Pendapatan yang turun membuat Rovio, perusahaan pembuat permainan ini harus memangkan jumlah pegawainya.
Dilaporkan, lebih dari sepertiga pegawainya akan menghadapi ancaman PHK guna menyelamatkan masa depan bisnis perusahaan.
Mengutip laman cnbc, Kamis, 27 Agustus 2015, Rovio gagal membuat permainan baru populer sejak mengeluarkan Angry Bird pada 2009. Padahal Anggry Bird pernah menjadi aplikasi mobile berbayar nomor satu sepanjang masa.
Perusahaan sebetulnya tak tinggal diam. Rovio pernah berupaya mengkapitalisasi merek tersuksesnya itu dengan menjual lisensi dari produknya.
Rovio bahkan mengubur harapannya membuat film Angry Bird tiga dimesi.
Manajemen Rovio mengatakan pendapatan perusahaan tak berjalan sesuai harapan. Dengan penjualan relatif datar, keuntungan perusahaan ditaksir turun pada tahun ini.
Alhasil, Angry Bird terpaksa memangkas 260 pekerjanya, atau sekitar 37 persen dari total pegawai yang dimiliki.
" Perubahan fundamental harus segera dilakukan untuk memastikan Rovi berhasil mencapai ambisi globalnya sebagai perusahaan hiburan terdepan di bisnis permainan mobile," kata CEO Rovio, Pekka Rantala.
Juru Bicara Rovio, Kaisu Karvala mengatakan perusahaan akan berkonsentrasi pada bisnis permainan, media, dan produk konsumen. Rovio juga berencana melebarkan bisnisnya dengan membuka prasekolah yang sudah dilakukannya di Tiongkok dan Singapura.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya