Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham Indonesia pelan-pelan mulai bergerak positif. Sentimen positif dari penguatan bursa regional mendorong sejumlah indeks acuan saham dibuka menguat.
Pemodal asing yang hampir dua pekan melakukan aksi jual pagi in memulai sesi perdagangan dengan memborong sejumlah saham. Asing untuk sementara mencatat nett buy Rp 39 miliar.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 1,599 poin (1,20%) ke level 134,818.
Di sesi pemanasan ini, pemodal telah mengucurkan dana hingga Rp 25,24 miliar dengan 110,46 juta saham beralihtangan.
Laju positif ISSI berhasil dipertahankan di sesi pembukaan. Kali ini ISSI kembali menguat 1,853 poin (1,39%) ke level 135,072
Sentimen positif global juga ikut mendorong indeks saham bluechips syariah ke zona hijau. Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi pemanasan dengan menanjak 9,072 poin (1,64%) ke level 562,164.
Indeks JII bahkan kembali melompat 10,186 poin (1,84%) ke level 563,278 di sesi pembukaan.
Emiten-emiten andalan JII kali ini kembali diburu investor. Top gainer untuk sementara dihuni UNVR, LPPF, UNTR, AALI, dan INTP yang telah menguat diatas 2 persen.
Pagi ini bursa saham Indonesia memang bergerak lebih lincah. INdeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 57,964 poin (1,37%) ke level 4.295,697 di sesi prapembukaan.
Transaksi senilai Rp 48,85 miliar telah dikucurkan investor untuk menggelar aksi jual beli 244,52 juta saham.
Bahkan IHSG memulai sesi perdagangan tanpa ada satu emiten pun yang terkoreksi. Sebaliknya, 24 emiten dibuka menguat pagi ini.
IHSG kembali terangkat 64,595 poin (1,52%) ke level 4.302,328 di sesi pembukaan.
Penguatan bursa saham global dan regiona kali ini dipicu pernyataan salah seorang petinggi The Fed yang menyebutkan kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat kemungkinan takkan diberlakukan pada September.
Dari pasar keuangan, rupiah semakin mengkhawatirkan. Sempat menguat di bawah level 14.100, dollar AS saat ini justru meguat 4 poin (0,03%) menjadi 14.137 per dollar AS.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?