Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Negara Arab Ini Merogoh Kocek Rp15 Triliun Untuk Mengurus Sampah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Kemajuan negara yang sangat cepat membuat Uni Emirat Arab (UEA) bersiap menghadapi masalah baru. Salah satu negara kaya dunia ini sudah memikirkan untuk membangun pabrik yang akan mengolah sampai menjadi sumber pembangkit listrik baru.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, mereka bahkan sudah mempersiapkan dana US$1,1 miliar atau sekitar Rp15,9 triliun untuk membangun pabrik pengolahan tersebut.
Dikutip dari Arabian Business, Jumat 30 Juli 2021, pabrik sampai itu akan dibangun didubai dengan mengolah sampah menjadi listrik. Pembangkit listrik ini akan beroperasi secara komersial di daerah Sharjah.
Jika dua proyek serupa lainnya rampung di Abu Dhabi, negara ini akan membakar hampir dua pertiga dari limbah rumah tangga yang dihasilkan.
Pengolahan limbah nantinya akan menghasilkan emisi yang diharapkan bisa menjadi sumber untuk pasokan listrik. Tekologi ini dianggap cocok jika sisa-sisa sampah bisa didaur ulang.
Proyek ini memang bisa mempersulit UEA untuk mengurangi emisi karbon. Tapi, negara ini punya sedikit pilihan untuk menghentikan tumpukan sampah plastik, kertas, dan organik di pinggiran kota. Sampah seperti ban dan barang elektronik memang bisa didaur ulang, tapi sampah rumah tangga susah diubah menjadi produk baru. Apalagi, kini susah untuk mengirim sampah ke luar negeri.
Keputusan UEA untuk membakar sebagian besar sampah memang tidak biasa. Dikatakan hanya 11 persen sampah dunia yang dibakar.
Sebagian orang menilai proses ini memang bisa mencegah penumpukan di tempat pembuangan sampah dan menghasilkan energi. Akan tetapi, prosesnya bisa melepaskan gas rumah kaca dan memerangkap panas ke atmosfer.
Bagi Sharjah, membuka pabrik itu berarti bisa menutup tempat pembuangannya. Perusahaan pengelola limbah Sharjah, Bee’ah, akan menciptakan ruang hijau dan memasang fasilitas pembangkit listrik tenaga berkapasitas 120 MW di atas tempat pengolahan limbah. Gas hidrogen yang dihasilkan oleh sampah, akan diolah menjadi bahan bakar untuk truk sampah.
CEO Bee’ah, Khaled Al Huraimel, ingin membangun lebih banyak fasilitas limbah jadi energi di tempat itu, termasuk di negara tetangga, Arab Saudi.
“ Mereka mulai dari awal, tapi kami juga dari awal,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya