Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa syariah berbalik melemah setelah investor mendapat sinyal negatif dari regional. Aksi beli di awal sesi pun berbalik arah.
Investor memanfaatkan momentum kenaikan indeks di awal perdagangan untuk mencoba melakukan aksi ambil untung.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 24 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,163 poin (0,11%) ke level 142,771.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 0,719 poin (0,12%) ke level 594,878.
Kedua indeks acuan syariah ini sebetulnya memulai sesi perdagangan dari zona positif. ISSI dan JII bahkan meninggalkan IHSG di zona merah.
Namun munculnya aksi ambil untung investor memupus kenaikan indeks saham syariah tersebut.
Dengan transaksi perdagangan Rp 2,37 triliun, sebanyak 102 emiten syariah tak berkutik terhadap aksi jual investor. Meski 66 emiten ISSI sukses menembus zona hijau.
Derasnya aksi jual juga menyeret lebih dari separuh penghuni JII ke zona negatif. Sebanyak 17 emiten unggulan syariah ditutup melemah dan 9 lainnya menguat.
Emiten favorit investor kali ini dilanda tekanan jual. Top losser JII dihuni INTP yang turun Rp 800, UNVR Rp 625, SMGR Rp 275, AALI Rp 275, dan ITMG Rp 225 per saham.
Sebaliknya, top gainer bluechips syariah diisi SILO yang naik Rp 350. Disusul UNTR Rp 325, SCMA Rp 140, TLKM Rp 70, dam LPKR Rp 40 per saham.
Kondisi terbalik melanda IHSG yang memulai perdagangan dari zona negatif. IHSG ditutup menguat tipis 4,312 poin (0,10%) ke level 4.545,378.
Lantai bursa mentransaksikan dana investor sebesar Rp 4,02 triliun. Aksi jual asing hari ini justru meningkat tajam. Nett sell asing mencapai Rp 326 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya