Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia masih belum sanggup kembali ke zona positif. Gabungan sentimen negatif lokal dan luar negeri serta sepinya transaksi perdagangan menjadi penahan laju indeks.
Aksi jual asing yang kembali meningkat semakin membebani laju indeks saham syariah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 9 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 1,432 poin (0,91%) ke level 155,290.
ISSI menghabiskan seluruh waktu perdagangan di zona merah. Dibuka melemah di level 156,088, ISSI hanya mampu mencetak level tertinggi di 156,170. Sebaliknya, ISSI sempat terpuruk ke level terendah 154,406.
Aksi jual beli investor senilai Rp 2,71 triliun, tak mampu mengangkat 121 emiten syariah dari zona hijau. Namun, ISSI sedikit tersenyum setelah 56 emiten syariah sukses ditutup menguat.
Koreksi lebih dalam dialami saham-saham bluechips syariah. Terpangkas 7,660 poin (1,17%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah di level 645,585.
Hampir dua pertiga atau sekitar 19 emiten bluechips syariah menutup perdagangan di zona merah. Sisanya, 8 emiten berhasil menguat dan 3 lainnya ditutup stagnan.
Transaksi perdagangan saham unggulan syariah terbilang sepi dengan hanya mencetak nilai Rp 1,65 triliun. Sebanyak 6,62 miliar saham syariah jadi objek transaksi pelaku pasar.
Saham penggerak indeks JII kembali dilanda aksi jual investor. Terlihat dari daftar top losser JII yang dihuni emiten unggulan seperti LPPF (Rp 900), ITMG (Rp 650), UNVR (Rp 600), ICBP (Rp 300), dan SMGR (Rp 225).
Pelemahan yang didera dua indeks saham syariah juga tak bisa dihindari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Terpangkas 33,287 poin (0,68%), IHSG menutup perdagangan di level 4.838,284.
Lantai bursa kali ini menghimpun dana hingga Rp 3,86 triliun dengan posisi asing mencapai nett sell Rp 482,97 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya