Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Nett Sell Asing Naik, Indeks Syariah Mendekam Lemah

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 9 Juli 2015 16:34
Nett Sell Asing Naik, Indeks Syariah Mendekam Lemah
Terpangkas 33,287 poin (0,68%), IHSG menutup perdagangan di level 4.838,284.

Dream - Bursa saham Indonesia masih belum sanggup kembali ke zona positif. Gabungan sentimen negatif lokal dan luar negeri serta sepinya transaksi perdagangan menjadi penahan laju indeks.

Aksi jual asing yang kembali meningkat semakin membebani laju indeks saham syariah.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 9 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 1,432 poin (0,91%) ke level 155,290.

ISSI menghabiskan seluruh waktu perdagangan di zona merah. Dibuka melemah di level 156,088, ISSI hanya mampu mencetak level tertinggi di 156,170. Sebaliknya, ISSI sempat terpuruk ke level terendah 154,406.

Aksi jual beli investor senilai Rp 2,71 triliun, tak mampu mengangkat 121 emiten syariah dari zona hijau. Namun, ISSI sedikit tersenyum setelah 56 emiten syariah sukses ditutup menguat.

Koreksi lebih dalam dialami saham-saham bluechips syariah. Terpangkas 7,660 poin (1,17%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah di level 645,585.

Hampir dua pertiga atau sekitar 19 emiten bluechips syariah menutup perdagangan di zona merah. Sisanya, 8 emiten berhasil menguat dan 3 lainnya ditutup stagnan.

Transaksi perdagangan saham unggulan syariah terbilang sepi dengan hanya mencetak nilai Rp 1,65 triliun. Sebanyak 6,62 miliar saham syariah jadi objek transaksi pelaku pasar.

Saham penggerak indeks JII kembali dilanda aksi jual investor. Terlihat dari daftar top losser JII yang dihuni emiten unggulan seperti LPPF (Rp 900), ITMG (Rp 650), UNVR (Rp 600), ICBP (Rp 300), dan SMGR (Rp 225).

Pelemahan yang didera dua indeks saham syariah juga tak bisa dihindari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Terpangkas 33,287 poin (0,68%), IHSG menutup perdagangan di level 4.838,284.

Lantai bursa kali ini menghimpun dana hingga Rp 3,86 triliun dengan posisi asing mencapai nett sell Rp 482,97 miliar.

Beri Komentar