Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Aplikasi Ojek Online, Bonceng, Mulai Diperkenalkan (Facebook @bonceng.id)
Dream - Gojek dan Grab bakal kedatangan pesaing baru. Sebuah aplikasi bari transportasi online telah diperkenalkan ke publik masyarakat dengan nama Bonceng.
Untuk memikat para penggunanya, Bonceng menyatakan aplikasinya berbeda dari layanannya transportasi online yang sudah ada. Salah satu unggulannya adalah membebaskan segala potongan atau pun beban biaya transaksi kepada driver.
Mengutip laman Liputan6.com, aplikasi yang dirilis Sabtu, 10 November 2018 ini hanya meminta syarat driver bisa menerima pesanan jasa yang masuk. Setiap transaksi yang diperoleh sepenuhnya akan masuk kantong driver.
Terkait tarif, Bonceng juga memiliki sistem biaya yang berbeda dari aplikasi lain. Tarif yang dikenakan bukan lagi per kilometer perjalanan, melainkan harga cluster berdasar radius jarak perjalanan yang dikelompokkan dalam beberapa harga yang bulat.
Tarif ditetapkan mulai dari Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 15.000, Rp 20.000 dan seterusnya.
Perbedaan yang diberikan Bonceng dari aplikasi lain adalah konsumen dapat memesan layanan penjemputan sesuai dengan waktu yang diinginkan hingga tujuh hari ke depan.
Konsumen juga bisa memesan lebih awal sesuai jam yang diinginkan.
Untuk menjamin keselamatan penumpang dan driver, aplikasi ini juga menyediakan panic button dengan ikon lonceng pada saat perjalanan. Bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, konsumen tinggal menekan tombol tersebut dan langsung akan terkoneksi dengan kantor polisi, layanan ambulans, hingga kontak kerabat terdekat.
Disinggung soal nama aplikasinya, manajemen Bonceng mengklaim ingin membuat brand yang tidak terbebani dengan istilah kebarat-baratan dan dapat menunjukkan jati diri asli Indonesia. Warna dominan dari jaket dan helm pengemudi adalah warna merah dan putih.
Warna tersebut adalah warna kebesaran bendera Indonesia. Bonceng mulai merekrut driver pada 28 Oktober, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Dan Bonceng mulai mengenalkan diri pada 10 November bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Mengutip data app store Google, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 5000 kali dan mendapatkan rate 3,9. Tertulis nama Bonceng Indonesia sebagai pembuat dari aplikasi tersebut.
Kita tunggu saja kiprah aplikasi transportasi online ini di Indonesia? (Sah)
(Sumber: Liputan6.com/Iskandar)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam