Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Orang Kaya.
Dream – Sama seperti latar belakang budaya, status ekonomi juga bisa mempengaruhi seseorang untuk berpikir. Di kalangan masyarakat masih banyak anggapan jika orang kaya cenderung acuh tak acuh terhadap orang lain.
Kalangan orang berharta dianggap jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Mereka kerap dituding sombong karena sikapnya itu. Namun benarkah anggapan demikian?
Dilansir dari CNBC, Selasa 13 Maret 2018, sebuah studi yang dirilis oleh Association for Psychological Science, ilmuwan dari New York Univesity menunjukkan bahwa orang kaya sedikit menaruh minat terhadap masyarakat di sekitarnya.
Penulis kajian itu, Pia Dietze dan Eric D. Knowles, mengambil kesimpulan itu setelah melakukan serangkaian eksperimen yang menunjukkan cara anggota yang berada di satu kelompok dan berasal dari kalangan sosial berbeda, untuk merasakan tentang motivasi dan kadar perasaan untuk menghargai, memperlakukan, atau memperhatikan orang lain.
“ Riset lapangan, hasil laboratorium, dan kajian online menunjukkan manusia lebih sering mendapat perhatian orang kelas bawah daripada kelas atas,” kata Dietze.
© Dream
Pada eksperimen pertama, periset menggunakan subjek di jalanan New York dengan Google Glass sehingga mereka bisa merekam apa yang dilihat. Periset menemukan orang-orang kelas atas kerap diperhatikan oleh orang dari kalangan lainnya, sementara orang kelas atas jarang memperhatikan orang-orang di sekelilingnya.
Lalu, orang-orang kurang kaya kerap memperhatikan orang-orang lain di dengan Google Glass, sedangka orang kaya cenderung melihat barang.
“ Mungkin kelas hanya mempengaruhi aspek perhatian yang disengaja sehingga individu kelas yang lebih tinggi secara sadar memilih untuk tidak lebih memperhatikan orang lain daripada individu kelas bawah. Atau kelas sosial juga mempengaruhi proses perhatian spontan yang cenderung independen dari control sukarela,” kata Dietze dan Knowles.
Keduanya mengeksplorasi pertanyaan dengan menggunakan metode citra untuk mengidentifikasi perbedaan secepat mungkin, misalnya tanaman dan pakaian, serta wajah manusia.
“ Kelas sosial mempengaruhi pemrosesan informasi secara merata dan spontan,” kata mereka.
Penelitian sebelumnya menunjukkan anggota kelas pekerja memiliki pandangan sosial yang lebih bergantung dan menyeluruh. Individu kelas pekerja atau kurang kaya memiliki emosi yang tepat untuk menilai orang lain dan merasa lebih kasihan terhadap penderitaan orang lain.
“ Karya kami berkontribusi pada basis pengetahuan yang berkembang seputar pengaruh latar belakang sosial mengenai fungsi psikologis. Semakin tahu tentang perbedaan kelas sosial, kita semakin bisa mengatasi masalah yang meluas,” kata Dietze.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya