Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masyarakat Manula (Sumber: Www.washington.edu)
Dream - Seiring bertambahnya populasi manula di seluruh dunia, laju perekonomian dunia diperkirakan akan mengalami kemunduran. Bahkan tren pertumbuhannya akan melambat tajam dalam 20 tahun ke depan.
Sebuah laporan lembaga pemeringkat internasional Moody's mengungkapkan, gejala ketidakcocokan pekerja manula dengan sejumlah pegawai di tempat kerja tidak hanya terjadi di negara maju. Fenomena ini juga meluas hingga ke negara berkembang.
Menurut Moody's, seperti dikutip dari laman Saudigazette, Sabtu, 9 Agustus 2014, bom waktu demografis populasi masyarakat tua serta penurunan jumlah penabung rumah tangga, dapat mengurangi tren pertumbuhan tahunan di seluruh dunia sebesar 0,4 persen pada 2019.
Lembaga ini bahkan memperingatkan, dampak dari kedua faktor tersebut bisa lebih parah pada 2020 dan 2025. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia bisa melambat hingga 0,9 persen.
Menganalisis dampak perubahan besar dari demografi usia pekerja di seluruh dunia, lebih dari 60 persen dari negara-negara akan digolongkan sebagai negara dengan banyak pekerja manula tahun depan.
Pada tahun 2020 jumlah masyarakat usia tua, di mana lebih dari seperlimanya berumur 65 tahun, akan meningkat dari tiga pada saat ini menjadi 13. Sementara pada tahun 2030, jumlah masyarakat usia tua akan mencapai 34. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya