Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia menutup perdagangan jelang akhir pekan di zona merah. Pelemahan ini diikuti aksi jual yang terus dilakukan pemodal asing selama empat hari terakhir.
Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 8 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 13,21 poin (0,26 persen) ke level 5,053,76. IHSG terseret pelemahan harga saham dari 165 emiten.
Transaksi perdagangan jelang akhir pekan ini terbilang sepi karena hanya mencetak nilai Rp 3,55 triliun. Perputaran 35,91 miliar saham sempat mengangkat indeks level tertinggi di posisi 5.076,55.
Pelemahan juga dialami indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini ditutup melemah 0,5 poin (0,3 persen) ke level 166,52.
Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 3,65 poin (0,53 persen) ke level 686,73.
Jelang libur akhir pekan ini, sebanyak 25,58 miliar saham telah beralih tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,54 triliun. Sebanyak 78 emiten ISSI bergerak di zona hijau sementara 96 lainnya mengalami koreksi.
Indeks ISSI sempat menyentuh zona hijau setelah bertengger di level 167,38. Namun minimnya sentimen dari dalam dan luar negeri yang sangup mengangkat laju indeks, membuat ISSI terus melemah ke zona merah.
Pelemahan hampir sebagian besar indeks saham di BEI ini seiring dengan koreksi yang dialami bursa saham regional. Tercatat hanya indeks Shanghai Composite yang bergerak menguat 6,76 poin (0,31 persen).
Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong masing-masing tercatat melemah 2,98 persen dan 0,23 persen.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah. Kurs Rupiah sore ini bertengger di level 11.774 per dolar AS atau melemah 24 poin (0,2 persen).
Jelang libur akhir pekan ini, daftar pemuncak kenaikan harga saham bluechips tertinggi (top gainer) dihuni oleh emiten MNCN yang menguat Rp 85, diikuti PTBA Rp 75, MPPA Rp 40, LPKR Rp 25, dan SMRA Rp 10 per saham.
Sementara emiten kakap, harus rela bertengger di zona merah dengan mencetak pelemahan terbesar. Top losser hari ini adalah ITMG yang melemah Rp 500, diikuti UNVR Rp 275, AALI Rp 225, INTP Rp 225, dan ASII Rp 125 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya