Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ketua Komisi Pendidikan Dewan Asuransi Indonesia Anton Lie menyatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan bisnis yang rentan. Pasalnya usaha jenis ini merupakan usaha yang tidak boleh terganggu modalnya sedikit pun karena biasanya memiliki arus modal langsung yang diputar untuk menjalankan bisnis tiap harinya.
" UMKM ini rentan sekali, jangan sampai terganggu modalnya seperti karena kebakaran, dan lain-lain," ujar Anton di Jakarta, Kamis 7 Agustus 2014.
Untuk itu, Anton menyarankan perlunya perlindungan dalam UMKM, yaitu dengan asuransi.
" Misalnya, asuransi kebakaran ini murah hanya Rp 20 ribu setahun. Begitu ada kebakaran, langsung dapat Rp 3 juta tanpa penyidikan dulu," ujarnya.
Namun, saat ini masyarakat Indonesia, terutama golongan menengah ke bawah belum sadar pentingnya asuransi. Hal ini berbeda dengan kondisi di negara lain seperti Amerika Serikat.
" Di AS itu mereka lebih tertarik dengan asuransi dibanding tabungan. Di sini baru golongan kaya saja yang sadar asuransi, mereka punya mobil 10 dan itu diasuransikan semua," ungkapnya.
Menurut Anton, inilah pekerjaan rumah terbesar bagi Dewan Asuransi Indonesia untuk mengedukasi masyarakat agar sadar pentingnya asuransi.
" Jadi biar masyarakat tahu sebenarnya mereka mungkin sudah dapat asuransi. Misalnya, asuransi Jasa Raharja. Setiap kecelakaan itu dapat asuransi tapi jarang ada yang ngurus karena tidak mengerti. Nanti malah diambil pihak lain yang mengambil kesempatan," jelasnya.
Dewan Asuransi, lanjut Anton, tengah merancang sistem pendidikan agar lulusan yang mengerti asuransi semakin banyak. Selain itu, pihaknya juga menyelenggarakan kampanye asuransi.
" Setiap tanggal 18 Oktober nanti ada Insurance Day, jadi hari kampanye asuransi, semua pihak terkait diharapkan membantu menyosialisasikan produk asuransinya," pungkas Anton.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya