Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pertumbuhan pengguna internet yang melakukan transaksi belanja online di Indonesia kian pesat. Namun pertumbuhan ini tidak diikuti dengan pertumbuhan pembayaran transaksi elektronik menggunakan kartu kredit atau uang digital.
Menurut keterangan resmi yang diterima Dream.co.id, sebuah studi yang dilakukan oleh MasterCard Online Shopping Behavior Study menunjukkan, sistem konvensional seperti uang tunai masih mendominasi sistem pembayaran belanja online di Indonesia. Sebanyak 37,9 persen masih menggunakan pembayaran tunai, diikuti dengan transfer tunai antar bank dengan 27,5 persen.
Survei yang dilakukan di 14 negara di Asia Pasifik ini juga mengungkap ada tiga faktor utama yang menentukan keputusan konsumen melakukan transaksi belanja online. Sekitar 92,6 persen merasa metode pembayaran yang nyaman, 92,2 persen kecepatan transaksi, dan 92 persen lainnya menyebut fasilitas pembayaran yang aman menjadi pertimbangan saat berbelanja.
Ketiga faktor itu tentu belum dapat diakomodir jika menggunakan metode pembayaran konvensional. Dalam studi yang sama, MasterCard juga mengungkapkan kebiasaan masyarakat Indonesia saat memutuskan untuk berbelanja melalui jalur online.
Sekitar 83,9 persen masyarakat Indonesia memilih belanja online karena ada penawaran yang menarik. Penawaran berupa potongan harga, undian berhadiah atau adanya pembebasan ongkos kirim dari pihak penjual.
Selain itu, ada pula faktor pendukung eksternal. Seperti biaya pengganti untuk tenaga, waktu yang hilang saat berkeliling, BBM yang dibakar saat terjebak macet. Kondisi itu cenderung cukup tinggi dibandingkan dengan sumber daya yang dibutuhkan saat duduk untuk melakukan belanja online.
" Dengan dukungan infrastruktur jaringan yang kuat serta kemitraan dengan bank-bank di tanah air, MasterCard selalu berusaha memberikan solusi pembayaran elektronik yang cepat, aman dan nyaman. Sehingga keefektifan dan efisiensi yang ditawarkan online shopping dapat dirasakan konsumen Indonesia serta berkontribusi terhadap program Bank Indonesia yakni Less cash society," ujar Country Manager MasterCard Indonesia Irni Palar. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya