Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bursa Saham
Dream - Setelah dilanda aksi jual dalam dua hari terakhir, bursa saham Indonesia pelan-pelan mulai merangkak ke zona hijau. Namun upaya penguatan ini masih tertekan dengan langkah pemodal asing yang masih melakukan aksi jual saham.
Menguatnya laju indeks bursa saham nasional terjadi ditengah pasar modal regional yang bergerak variatif. Dari bursa saham utama Asia, hanya indeks Nikkei Jepang yang menguat sebesar 72,6 poin (0,48 persen) menuju level 15.232. Sisanya, melaju di zona merah.
Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 7 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 8,75 poin (0,17 persen) ke level 5.066,97. Penguatan ini dibantu naiknya harga saham dari 155 emiten.
Pada perdagangan kali ini, 46,16 miliar saham telah berpindahtangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,07 triliun.
Pemodal asing sendiri masih menahan diri untuk membelanjakan uangnya dengan mencetak nett sell Rp 237,66 miliar. Aksi jual saham asing ini telah berlangsung dalam tiga hari terakhir.
Aksi beli pemodal lokal juga ikut membantu dua indeks saham syariah di BEI menikmati kenaikan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 0,52 poin (0,31 persen) ke level 167,03.
Naiknya harga saham dari 99 emiten syariah cukup kuat untuk mengangkat indeks ISSI melaju ke zona hijau. Padahal 78 emiten bergerak melemah dan 54 lainnya stagnan. Indeks ISSI sempat menyentuh level terendah di 166,08.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai 29,48 miliar dengan nilai mencetak Rp 3,38 triliun.
Kondisi yang sama juga terjadi di jajaran saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 2,51 poin (0,37%) ke level 690,38.
Sebanyak 17 emiten syariah menutup transaksi perdagangan dengan bertengger di zona hijau namun 12 lainnya masih belum beranjak dari zona merah.
Kurs rupiah sore ini masih belum beranjak dari tekanan yang membuatnya mengalami koreksi. Rupia tercatat melemah 52 poin (0,44 persen) menjadi 11.752 per dolar AS. Namun koreksi yang terjadi dialami hampir semua mata uang dunia.
Emiten-emiten bluechips syariah di sektor tambang kembali menjadi buruan pemodal yang dua hari terakhir dilanda aksi jual. Emiten tambang yang menghuni daftar pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) hari ini diantaranya PTBA yang menguat Rp 375, INCO Rp 190, dan UNTR Rp 175 per saham.
Pemuncak daftar top gainer dihuni oleh perusahaan pengelola rumah sakit, Siloam International Hospital Tbk (SILO) yang menguat Rp 700 ke level 15 ribu per dolar AS. Top gainer lainnya adalah INTP yang menguat Rp 175 per saham.
Di daftar top losser bertengger emiten-emiten AALI yang melemah Rp 200, EXCL Rp 125, JSMR Rp 125, MPPA Rp 84, dan CPIN Rp 75 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya