Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Mesir Kembangkan Kanal Sungai Usia 145 Tahun

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 7 Agustus 2014 09:03
Mesir Kembangkan Kanal Sungai Usia 145 Tahun
Kanal yang menghubungkan negara Eropa dan Asia ini telah beroperasi selama 145 tahun. Pembangunan kanal lama yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah memerlukan waktu 10 tahun.

Dream - Pemerintah Mesir berencana membangun Terusan Suez baru, melengkapi terusan sebelumnya yang sudah berusia 145 tahun. Proyek bernilai miliaran dolar AS ini akan memperluas jalur perdagangan sepanjang rute Eropa dan Asia.

Proyek yang akan dikelola oleh angkatan bersenjata Mesir ini merupakan langkah besar Presiden baru Abdel Fattah El-Sissi untuk merangsang ekonomi Mesir yang terpuruk. El-Sissi juga ingin melanjutkan program pendahulunya, Gamal Abdel Nasser.

Terusan Suez merupakan sumber devisa penting bagi negara yang telah mengalami kemerosotan di bidang pariwisata dan investasi asing sejak 2011. Pendapatan dari kanal ini mencapai US$5 miliar per tahun.

Seorang pejabat Terusan Suez kepada Reuters seperti dikutip dari laman Arabnews, Kamis, 7 Agustus 2014 mengatakan, kanal baru ini ditargetkan bisa meningkatkan pendapatan tahunan US$ 13,5 miliar pada tahun 2023.

Kanal baru itu juga untuk meningkatkan profil ekonomi Mesir di mata internasional dan membuatnya sebagai pusat perdagangan utama. " Proyek raksasa ini akan menambah panjang Terusan Suez lama sebanyak 72 km," kata Mohab Mamish dalam sebuah konferensi di Ismailia, sebuah kota pelabuhan yang dilewati kanal tersebut.

Terusan Suez saat ini memiliki panjang 163 km, membentang dari Pelabuhan Said di Laut Mediterania dengan Suez di Laut Merah.

Untuk memperpanjang terusan ini, Mesir ditaksir membutuhkan biaya pengeboran saluran baru sekitar US$ 4 miliar dan akan selesai dalam lima tahun.

Pembangunan kanal lama yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah memerlukan waktu 10 tahun. Selama proses pengerjaan, 20 ribu pekerja yang digunakan sebagian besar adalah petani tak dibayar.

Keberadaan Terusan Suez mampu memotong waktu perjalanan kapal laut dari Asia dan Eropa maupun sebaliknya hingga hanya beberapa minggu saja dibandingkan jika harus mengitari benua Afrika.

Selain proyek besar ini, Mesir juga merencanakan pembangunan pusat industri dan logistik seluas 76 ribu Km persegi di sekitar kanal untuk menarik lebih banyak kapal dan menghasilkan pendapatan.

Penasihat senior untuk pelabuhan dan terminal yang berbasis di London Drewry Maritime Research, Neil Davidson mengatakan kanal baru tidak akan selalu menghasilkan perdagangan yang lebih besar. Namun pengembangan hub di sekitarnya bisa mendatangkan keuntungan.

Terusan Panama yang menghubungkan Atlantik dan Samudra Pasifik di Amerika Tengah juga sedang diperluas yang memungkinkan kapal-kapal besar untuk melewatinya. Proyek itu akan dibuka pada tahun 2016. (Ism)

Beri Komentar