Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Tertekan Sentimen Dalam dan Luar Negeri

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 7 Agustus 2014 09:21
Indeks Syariah Tertekan Sentimen Dalam dan Luar Negeri
Kurs rupiah pagi ini juga mengalami koreksi dengan bertengger di level 11.725 per dolar AS

Dream - Tekanan besar dari koreksi bursa saham regional masih membuat pasar modal Indonesia tak mampu beranjak dari zona merah. Indeks cenderung melakukan konsolidasi di saat belum adanya sentimen positif dari dalam dan luar negeri.

Pada pra pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 6,13 poin (0,12%) ke level 5.052,09. Di sesi awal ini, 10 saham bergerak di zona hijau sementara 23 lainnya melemah.

Transaksi perdagangan dimulai dengan beralihnya 78,42 miliar saham yang melibatkan perputaran uang hingga Rp 28,83 miliar.

Hingga sesi pembukaan, laju IHSG masih belum bergerak dari zona merah. IHSG kembali terseret ke teritori negatif dengan melemah 7,81 poin (0,15%) ke level 5.050,04.

Hal yang sama terjadi pada emiten-emiten syariah dimana Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 0,11 poin (0,07%) ke level 166,39. Di awal sesi ini, sebanyak 9 emiten bergerak menguat dan 17 lainnya melemah. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 18,95 miliar.

Pelemahan ISSI masih berlangsung hingga sesi pembukaan dimana terjadi koreksi lebih dalam hingga 0,25 poin (0,15%) ke evel 166,26.

Sementara indeks saham bluechips syariah, Jakarta Istamic Index (JII) pagi ini juga dibuka melemah 0,67 poin (0,1%) ke level 687,2.

Pemodal asing tampaknya masih belum mengurangi aksi jual sahamnya di BEI. Pagi ini, asing mencetak nett sell kecil sebesar Rp 3,52 miliar.

Koreksi di bursa saham Indonesia kali ini seiring laju indeks saham bursa utama Asia yang juga bergerak melemah. Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong pagi ini tercatat melemah masing-masing 53,5 poin (0,35%) dan 94,5 poin (0,38%). Koreksi juga dialami indeks Kospi Korea, Shanghai Composite, dan Strait Times Singapura.

Tekanan yang terjadi di bursa saham Asia juga mulai berdampak pada pasar keuangan di kawasan regional. Kurs rupiah pagi ini bergerak melemah 25 poin (0,21%) menjadi 11.725 per dolar AS.

" Belum adanya sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri memang membuat IHSG lebih cenderung untuk melakukan konsolidasi selama bulan Agustus ini," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Satrio mengimbau, pemodal sebaiknya hanya dalam posisi trading. Positioning untuk jangka menengah, bisa dilakukan ketika IHSG sudah berada dibawah level psikologis 5000.

Beri Komentar