Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Tekanan besar dari koreksi bursa saham regional masih membuat pasar modal Indonesia tak mampu beranjak dari zona merah. Indeks cenderung melakukan konsolidasi di saat belum adanya sentimen positif dari dalam dan luar negeri.
Pada pra pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 6,13 poin (0,12%) ke level 5.052,09. Di sesi awal ini, 10 saham bergerak di zona hijau sementara 23 lainnya melemah.
Transaksi perdagangan dimulai dengan beralihnya 78,42 miliar saham yang melibatkan perputaran uang hingga Rp 28,83 miliar.
Hingga sesi pembukaan, laju IHSG masih belum bergerak dari zona merah. IHSG kembali terseret ke teritori negatif dengan melemah 7,81 poin (0,15%) ke level 5.050,04.
Hal yang sama terjadi pada emiten-emiten syariah dimana Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 0,11 poin (0,07%) ke level 166,39. Di awal sesi ini, sebanyak 9 emiten bergerak menguat dan 17 lainnya melemah. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 18,95 miliar.
Pelemahan ISSI masih berlangsung hingga sesi pembukaan dimana terjadi koreksi lebih dalam hingga 0,25 poin (0,15%) ke evel 166,26.
Sementara indeks saham bluechips syariah, Jakarta Istamic Index (JII) pagi ini juga dibuka melemah 0,67 poin (0,1%) ke level 687,2.
Pemodal asing tampaknya masih belum mengurangi aksi jual sahamnya di BEI. Pagi ini, asing mencetak nett sell kecil sebesar Rp 3,52 miliar.
Koreksi di bursa saham Indonesia kali ini seiring laju indeks saham bursa utama Asia yang juga bergerak melemah. Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong pagi ini tercatat melemah masing-masing 53,5 poin (0,35%) dan 94,5 poin (0,38%). Koreksi juga dialami indeks Kospi Korea, Shanghai Composite, dan Strait Times Singapura.
Tekanan yang terjadi di bursa saham Asia juga mulai berdampak pada pasar keuangan di kawasan regional. Kurs rupiah pagi ini bergerak melemah 25 poin (0,21%) menjadi 11.725 per dolar AS.
" Belum adanya sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri memang membuat IHSG lebih cenderung untuk melakukan konsolidasi selama bulan Agustus ini," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.
Satrio mengimbau, pemodal sebaiknya hanya dalam posisi trading. Positioning untuk jangka menengah, bisa dilakukan ketika IHSG sudah berada dibawah level psikologis 5000.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya