Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

IHSG Dibuka Naik Tipis, Indeks Syariah Masih Loyo

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 8 Agustus 2014 10:28
IHSG Dibuka Naik Tipis, Indeks Syariah Masih Loyo
Dikala IHSG dibuka menguat, indeks saham syariah justru mengawali perdagangan di zona merah.

Dream - Laju bursa saham Indonesia masih belum meyakinkan meski sempat dibuka menguat di zona hijau. Pelaku pasar masih terus memantau sentimen regional dimana bursa Dow Jones kembali turun meski masih sesuai harapan.

Pada pra pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 8 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 1,05 poin (0,02 persen) ke evel 5.068,02.

Indeks kembali menguat di sesi pembukaan namun dengan kenaikan yang masih lemah. IHSG dbuka menguat 3,12 poin (0,06 persen) ke level 5.070,1.

Hingga perdagangan pukul 10.12 WIB, laju IHSG justru kembali masuk zona merah. Indeks tercatat telah terpangkas 8,52 poin (0,17 persen) ke level 5.058,45.

Di saat IHSG sudah mulai menguat pelan-pelan, dua indeks saham syariah di BEI justru masih dibuka di zona hijau.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka melemah di level 167,002. Hingga satu jam perdagangan, indeks ISSI masih dalam tren melemah meski sempat masuk ke zona hijau di level 167,38.

Transaksi perdagangan saham syariah jelang akhir pekan ini telah mencapai 8,07 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 766,38 miliar. Tercatat 61 emiten syariah melaju di zona hijau sementara 77 lainnya mencetak koreksi.

Pembukaan di zona merah juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII mengawali perdagangan di level 690,08 dan sempat menyentuh zona hijau di level 691,45.

Indeks JII saat ini masih berada dalam tekanan dengan melemah 2,25 poin (0,33%) ke level 688,11. Sebanyak 5 emiten bluechips syariah melaju di zona hijau dan 17 lainnya melemah.

Pemodal asing pagi ini kembali melanjutkan aksi jual saham dengan mencetak nett sell sekitar Rp 53,56 miliar.

Pelemahan bursa saham nasional kali ini sejalan dengan sebagian besar pasar modal di kawasan Asia. Selain SSEC Shanghai yang menguat, seluruh indeks saham utama regional berada di zona merah.

Sementara itu nilai tukar rupiah pagi ini juga kembali tertekan. Kurs rupiah terhadap dolar AS tercatat melemah 44 poin (0,37 persen) menjadi 11.794 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar