Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bila Istri Jadi Menteri Keuangan Rumah Tangga

Reporter : Ramdania
Sabtu, 9 Agustus 2014 08:03
Bila Istri Jadi Menteri Keuangan Rumah Tangga
Banyak istri atau ibu rumah tangga memiliki peran selaku menteri keuangan yang mengatur lalu lintas keuangan rumah tangga. Peran ini sangat penting bagi kesejahteraan hidup anggota keluarga.

Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sekitar 50% rumah tangga di tanah air keuangannya dikelola oleh istri atau ibu rumah tangga. Mereka kebanyakan menjadi Menterti Keuangan dalam keluarganya masing-masing.

Demikian disampaikan Anggota Dewan Komisioner OJK Kusumaningtuti S. Soetiono di Jakarta, akhir pekan ini.

" Ibu-ibu ini merupakan menteri keuangan di keluarganya. Keputusan penggunaan uang seperti membeli emas, ditabung, atau membayar polis asuransi ditentukan oleh istri, istri lebih mendominasi mengenai keputusan penggunaan uang," ungkapnya.

Kusumaningtuti menyebutkan produk investasi yang paling dikenal ibu-ibu rumah tangga adalah tabungan.

" Asuransi cukup dikenal, tapi sekuritas seperti reksadana masih sedikit, apalagi surat utang. Ini yang perlu diedukasikan kepada ibu rumah tangga," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Direktur Utama BNI Felia Salim. Menurutnya, sebagai pengelola keuangan rumah tangga wajar jika transaksi yang tercatat di bank mayoritas dilakukan ibu-ibu.

" Sebanyak 70% pemilik tabungan itu ibu-ibu, yang cenderung membeli mainan anak, tabungan pendidikan, membeli makanan dan minuman, penggunaan kartu kredit ini ibu-ibu. Kalau bapak-bapaknya jarang transaksi kartu kredit, tapi sekali pakai itu jumlahnya langsung banyak," paparnya.

Untuk itu, lanjut Felia, pentingnya pendidikan mengenai perencanaan keuangan bagi ibu rumah tangga, termasuk mengenai produk-produk perbankan. Hal ini guna memberikan informasi tentang pentingnya investasi bagi masa depan sehingga penerimaan rumah tangga tidak dihabiskan sepenuhnya untuk keperluan sehari-hari.

" Kita sebagai pihak bank wajib menjelaskan manfaat jasa keuangan dan risikonya sehingga ibu-ibu mulai paham keuangan dan mulai melakukan perencanaan keuangan. Yang penting harus disiplin, perlunya menyisihkan gaji sendiri atau suami untuk investasi, tentunya setelah kebutuhan hidup terpenuhi, jadi harus peka juga terhadap kebutuhan masing-masing," tandasnya.

Beri Komentar