Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sekitar 50% rumah tangga di tanah air keuangannya dikelola oleh istri atau ibu rumah tangga. Mereka kebanyakan menjadi Menterti Keuangan dalam keluarganya masing-masing.
Demikian disampaikan Anggota Dewan Komisioner OJK Kusumaningtuti S. Soetiono di Jakarta, akhir pekan ini.
" Ibu-ibu ini merupakan menteri keuangan di keluarganya. Keputusan penggunaan uang seperti membeli emas, ditabung, atau membayar polis asuransi ditentukan oleh istri, istri lebih mendominasi mengenai keputusan penggunaan uang," ungkapnya.
Kusumaningtuti menyebutkan produk investasi yang paling dikenal ibu-ibu rumah tangga adalah tabungan.
" Asuransi cukup dikenal, tapi sekuritas seperti reksadana masih sedikit, apalagi surat utang. Ini yang perlu diedukasikan kepada ibu rumah tangga," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Direktur Utama BNI Felia Salim. Menurutnya, sebagai pengelola keuangan rumah tangga wajar jika transaksi yang tercatat di bank mayoritas dilakukan ibu-ibu.
" Sebanyak 70% pemilik tabungan itu ibu-ibu, yang cenderung membeli mainan anak, tabungan pendidikan, membeli makanan dan minuman, penggunaan kartu kredit ini ibu-ibu. Kalau bapak-bapaknya jarang transaksi kartu kredit, tapi sekali pakai itu jumlahnya langsung banyak," paparnya.
Untuk itu, lanjut Felia, pentingnya pendidikan mengenai perencanaan keuangan bagi ibu rumah tangga, termasuk mengenai produk-produk perbankan. Hal ini guna memberikan informasi tentang pentingnya investasi bagi masa depan sehingga penerimaan rumah tangga tidak dihabiskan sepenuhnya untuk keperluan sehari-hari.
" Kita sebagai pihak bank wajib menjelaskan manfaat jasa keuangan dan risikonya sehingga ibu-ibu mulai paham keuangan dan mulai melakukan perencanaan keuangan. Yang penting harus disiplin, perlunya menyisihkan gaji sendiri atau suami untuk investasi, tentunya setelah kebutuhan hidup terpenuhi, jadi harus peka juga terhadap kebutuhan masing-masing," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya