Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Saat sebagian besar perusahaan menggunakan patokan kalender masehi untuk menggaji pegawai, beberapa ahli justru menyerukan agar kembali ke kalander hijriah. Bukan tanpa alasan imbauan itu.
Para ahli menyebut pemberian gaji berpatokan pada penanggalan hijriah memberikan keuntungan lebih besar buat pegawai.
Dari perhitungan mereka, seorang pegawai akan kehilangan 15 hari pendapatan dalam setahun atau 15 bulan gaji selama 40 tahun bekerja jika menggunakan patokan kalender masehi.
" Pegawai harus mendapat kompensasi dari sistem pengganjian menggunakan kalender masehi," ujar analis keuangan, Hussein Al Raqeeb mengutip laman Arabnews, Kamis, 4 Agustus 2016.
Menurut Hussein, perhitungan gaji menggunakan kalender masehi juga membuat pegawai lebih tertekan terutama saat Ramadan. Alasannya penanggalan di bulan ini berbeda dengan kalender hijriah.
Dia menambahkan, banyak pegawai khususnya di negara Timur Tengah terpaksa mengandalkan pinjaman untuk menutupi kekurangannya. Sementara perusahaan berhemat 11 hari pembayaran gaji per pegawai karena terdapat 365 hari dalam kalender masehi, lebih banyak dibandingkan kalender hijriah yang hanya 354 hari.
Hussein pun mengusulkan agar pemerintah, khususnya Arab Saudi, menggunakan pembayaran gaji dengan sistem kalender hijriah. Hal ini diyakini bisa menghemat anggaran negara.
Perusahaan juga bisa membayar gaji di hari ke-31 atau hari pertama di bulan berikutnya.
Namun usul ini tampaknya tak mendapat dukungan banyak pihak. Setidaknya ekonomi Salem Bajaja menilai perubahan sistem pembayaran dengan berpatokan pada kalender masehi dibutuhkan agar sesuai sistem keuangan yang berlaku di dunia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya