Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bank-bank di Inggris tengah berada dalam ancaman. Kemajuan pesat perusahaan teknologi informasi (TI) dinilai bakal membuat industri keuangan takkan sanggup bersaing. Apalagi perusahaan TI mulai menggerus pangsa pasar keuangan tradisional.
Adaptive Lab dalam jajak pendapat baru komprehensif menemukan bahwa industri perbankan menghadapi sejumlah tantangan signifikan jika ingin bertahan hidup dari persaingan digital. Survei dilakukan terhadap jajaran tinggi sektor perbankan dan lembaga keuangan komersial di Inggris
Para responden menilai kurangnya pengetahuan dunia digital di level manajer serta hadirnya pesaing baru adalah faktor utama. Terlebih banyak bank-bank yang tidak memiliki keterampilan yang diperlukan dalam dunia digital.
Jajak pendapat juga mengungkapkan bahwa profesional senior perbankan percaya bank telah berjuang untuk memberikan layanan digital terbaru untuk memenuhi harapan pelanggan, dengan pengerahan anggaran dana teknologi informasi yang mencapai 50 dan 90 persen.
Sementara itu, riset terhadap konsumen menemukan bahwa lebih dari satu dari empat nasabah tidak menggunakan aplikasi perbankan mobile karena memiliki fungsi terbatas, dan satu dari sepuluh pelanggan mengatakan aplikasi tersebut terlalu rumit.
" Ini jelas bahwa kompetisi, teknologi, pergeseran perilaku pelanggan dan regulasi tampaknya akan mendatangkan malapetaka pada bisnis perbankan," kata James Haycock, Managing Director of Adaptive Lab seperti dikutip laman cpifinancial.net, Selasa, 28 Juli 2015.
Menurut Haycock semua ini hanya masalah waktu jika perbankan tidak melakukan inovasi baru. Generasi baru dari perusahaan saat ini telah melanggar aturan bank tradisional.
Mereka mengadopsi teknologi dan cara kerja baru dalam memberikan pelayanan pelanggan yang hidupnya semakin berorientasi pada telepon genggam mereka.
Salah satu kesimpulan kunci Adaptive Lab untuk riset mereka ini adalah bahwa bank menghadapi hambatan, seperti warisan teknologi yang sudah kuno, perilaku konsumen yang berubah dengan cepat dan kurangnya keahlian dan pengetahuan digital. Ini semua terlalu besar bagi bank untuk diatasi dari dalam dengan cepat.
Adaptive Lab mengklaim perbankan tidak bisa mengandalkan warisan teknologi kuno untuk bertahan dan sebaliknya harus memikirkan kembali secara radikal model operasi untuk bertahan hidup dalam perubahan mendasar yang disebabkan oleh teknologi baru. Perubahan bisa mengambil bentuk organisasi mandiri yang baru.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya