Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Jika ada karyawan yang mengundurkan diri, pemilik perusahaan biasanya akan melakukan wawancara keluar (exit interview) untuk mencari tahu alasannya. Namun daripada melakukan wawancara keluar, seorang bos diharapkan lebih fokus pada wawancara tinggal.
Dengan mengetahui jawaban dari wawancara tinggal, seorang bos akan punya pengetahuan bagaimana menjaga karyawan-karyawan berbakat yang dimilikinya bisa bertahan lama di perusahaan itu.
Selama ini orang-orang bagian HRD selalu melakukan wawancara keluar untuk mencari tahu alasan seorang karyawan keluar, dengan harapan mendapat informasi yang berguna dan bisa diterapkan untuk memperbaiki kesalahan perusahaan.
Masalahnya, data yang diperoleh itu kadang lemah; dan, bahkan lebih buruk, karyawan sudah pergi, sehingga perubahan yang dilakukan di perusahaan bisa dikatakan terlambat. Jadi bisa dibilang wawancara keluar tidak banyak membantu perusahaan dalam mempertahankan karyawan berbakat agar tidak keluar.
Di sinilah peran wawancara tinggal terlihat menonjol. Wawancara ini adalah alat penahan, yang digunakan oleh manajer dan bagian HRD, untuk membangun keterlibatan karyawan dengan membiarkan opini mereka didengar, ditindaklanjuti dan dihargai.
Wawancara tinggal mudah untuk dilakukan dan menawarkan data yang bisa ditindaklanjuti. Wawancara tinggal digunakan untuk menyasar karyawan berkinerja tinggi atau berpotensi tinggi yang mungkin ingin meninggalkan perusahaan. Jika digunakan dengan benar, wawancara tinggal akan menunjukkan kepada karyawan bahwa Anda bersedia meluangkan waktu untuk memahami mereka.
Menggali informasi dari wawancara tinggal akan membantu manajer lebih memahami bagaimana tindakan mereka memiliki dampak tertentu pada keinginan karyawan untuk bertahan atau meninggalkan perusahaan.
Berikut adalah beberapa tips tentang bagaimana melakukan wawancara tinggal, seperti dikutip dari Enterpreneur, Selasa, 28 Juli 2015:
Selama wawancara pertama, tanyakan hal-hal sederhana
Tujuannya adalah bisa berkomunikasi secara lebih dalam dan akrab dengan karyawan. Percakapan sebaiknya berkaitan dengan pengalaman positif selama bekerja. Tanyakan kepada karyawan Anda apa yang benar-benar mendorong dan melibatkan mereka dalam pekerjaan, serta mengapa mereka bertahan dalam organisasi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah inti dari wawancara tinggal.
Antisipasi jika karyawan tidak transparan
Ada kalanya karyawan tidak mau terbuka seluruhnya. Jadi beri dia waktu dan biarkan wawancara berjalan apa adanya. Anda akan mendapat hasilnya dan karyawan akan menghargai komitmen Anda dalam memahami mereka.
Tanyakan harapan dan motivasi karyawan
Pikirkan dulu pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan seperti menjaga pertanyaan simpel dan informal, menanyakan motivasi yang membuat mereka bertahan, bertanya apa yang mendorong mereka sukses dalam posisinya sekarang, tanyakan juga aspek budaya apa yang mendukung dan tidak mendukung mereka, dan sebagainya.
Kunci dari wawancara tinggal adalah pertanyaan yang sederhana dan akrab. Karyawan akan dengan sendirinya mengungkapkan semua yang ada, baik baik dan buruk. Komunikasi dan transparansi sangat penting dalam dunia kerja saat ini. Menunjukkan kepedulian pada karyawan tentang apa yang memotivasi mereka merupakan cara terbaik mempertahankan karyawan berbakat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya