Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Rontoknya bursa saham Asia masih menekan laju indeks saham syariah di pasar modal Indonesia. Indeks ISSI dan JII pun memulai perdagangan dari zona merah.
Tak adanya sokongan dana masuk investor asing membuat laju indeks saham syariah semakin berat.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 28 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,388 poin (0,25%) ke level 152,291.
Transaksi di awal sesi perdagangan mencapai Rp 13,71 miliar dengan 48,53 juta saham yang beralihtangan. Aksi jual beli investor mendorong 14 emiten ke zona merah dan 7 lainnya berhasil menguat.
Kondisi tak berubah di sesi pembukaan. ISSI kembali terpangkas 0,381 poin (0,25%) ke level 152,298.
Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,172 poin (0,34%) ke level 629,970 di sesi prapembukaan.
Indeks JII kembali melemah 2,261 poin (0,36%) ke level 629,880 di sesi pembukaan.
Pada perdagangan kali ini, bursa saham Indonesia memang tak bisa keluar dari tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 23,940 poin (0,50%) ke level 4.747,345 di sesi prapembukaan.
Lantai bursa pagi ini memulai sesi perdagangan dengan dana Rp 27,87 miliar dan 67,99 juta saham yang beralihtangan.
Asing membukukan nett sell Rp 6,8 miliar di awal pembukaan perdagangan.
Di sesi pembukaan, IHSG kembali turun 23,867 poin (0,50%) ke level 4.747,418. Tak ada satupun indeks saham sektor yang bergerak menguat. Emiten di sektor perbankan dan industri dasar menjadi motor pelemahan bursa saham Indonesia.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia masih terpuruk. Indeks Shanghai Composite ambruk 4,94 persen sementara Nikkei Jepang dan Hang Seng turun 1,24 persen dan 0,43 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya