Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemerintah Optimistis Perekonomian Indonesia Bisa Lebih Baik Daripada Tahun Lalu. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemerintah optimistis pemulihan ekonomi tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Kementerian Keuangan memprediksi ekonomi Indonesia di tahun 2021 akan tumbuh di kisaran 4,5 persen-5,3 persen.
“ Kita optimistis bahwa ekonomi akan bergerak di antara 4,5 persen-5,3 persen. Titik tengahnya di 5 persen,” kata selaku Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, dalam dialog produktif bertema “ PEN 2021, Dukungan Berkelanjutan Hadapi Pandemi”, Rabu 24 Februari 2021.
Kunta mengakui perekonomian Indonesia memang terkontraksi 2,1 persen tahun 2020. Namun, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut masih moderat dibandingkan dengan negara-negara lain. " Terutama di G20 dan ASEAN Indonesia masih tergolong kecil,” kata dia.
Sebagai langkah penguatan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi 2021, pemerintah dengan berbagai kebijakan akan terus memprioritaskan proses vaksinasi massal, penguatan 3M dan 3T, serta penguatan program PEN.
Kementerian Keuangan melaporkan alokasi dana PEN yang di tahun sebelumnya berjumlah Rp579,78 triliun, naik sebesar 21 persen menjadi Rp699,43 triliun untuk tahun ini. Anggaran tersebut nantinya akan didistribusikan sebanyak Rp176,30 triliun untuk kluster kesehatan, Rp186,81 triliun untuk dukungan UMKM dan koperasi, Rp157,41 triliun untuk perlindungan sosial, Rp125,06 triliun untuk program prioritas, dan Rp53,86 triliun untuk insentif usaha.
Namun, ada beberapa faktor yang harus dijaga untuk mencapai target tersebut, kata Kunta. Yaitu, mulai dari faktor penularan COVID-19, program vaksinasi yang mulai berjalan, APBN 2021, serta implementasi reformasi struktural.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
(Laporan: Silmi Safriyantini)
Dream - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2020 akan kembali masuk teritori positif. Keyakinan itu terlihat dari tren pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 yang lebih baik dari periode tiga bulan sebelumnya.
Keyakinan Airlangga tersebut disampaikan dalam konferensi pers Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Graha BNPB, Jakarta, Senin, 9 November 2020.
![]()
Meski mengalami kontraksi, Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 sebesar minus 3,49 persen lebih baik dibandingkan kuartal II-2020 yang tercatat minus 5,32%. Sementara dibandingkan data kuartalan, ekonomi Indonesia dalam laporan terakhir mencatat pertumbuhan 5,05e persen.
" Kalau kuartal IV bisa dipertahankan, kami berharap kuartal IV bisa masuk ke jalur positif. Walaupun secara konservatif masih minus 1,6% sampai 0,6%," jelas Airlangga.
Lebih lanjut mantan menteri perindustrian ini mengungkapkan, upaya yang dilakukan pemerintah sudah berada di jalur yang benar.
Salah satu indikatornya yakni tingkat kesembuhan pasien Covid-19 terus membaik hingga mencapai 84 persen.
" Penanganan Covid-19 maupun pemulihan ekonomi nasional dengan gas dan rem seimbang. Ke depan, di tahun 2021, kita berharap pertumbuhan kita sesuai dengan proyeksi Bank Dunia hingga IMF yang diperkirakan 5 persen," ujar Airlangga.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya