Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Industri Asuransi Syariah Masih Bisa Tumbuh Positif Selama Pandemi COVID-19. (Foto: Shutterstock)
Dream – Industri asuransi syariah masih tetap tumbuh selama pandemi Covid-19. Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia, Tatang Nurhidayat, menyebut industri ini masih bisa tumbuh 4 persen selama pandemi Covid-19.
Dia mengatakan peningkatan asuransi syariah ini bisa dilihat dari pelaku usaha yang dari tahun ke tahun yang selalu tumbuh.
“ Artinya, minat investor untuk menggarap pasar asuransi syariah ini masih sangat tinggi,” kata Tatang dalam acara “ Smart Syariah Radio Smart FM: Prospek Asuransi Syariah Pasca Spin Off” dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 24 Februari 2021.
Peningkatan ini, kata dia, dipicu oleh mekanisme asuransi syariah dengan prinsip tolong-menolong. Prinsip ini berorientasi untuk kemaslahatan dan kepentingan umat, bukan kepentingan individu atau perorangan.
Tatang mengatakan asuransi syariah bersifat kebersamaan dan tolong-menolong. Kontribusinya yang dikumpulkan peserta menjadi dana tabarru yang kepemilikannya adalah untuk peserta, bukan pendapatan perusahaan.
“ Dari sisi pengusaha, spectrum bisnis asuransi syariah ini juga lebih luas yang mana di industri asuransi syariah produknya dapat dikembangkan lagi kepada sektor zakat, infak, waqaf dan sejenisnya yang tidak ada pada asuransi konvensional,” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream – Pandemi Covid-19 membuat masyarakat semakin menyadari pentingnya menjadi peserta asuransi, termasuk produk syariah. Fenomena ini diakui manajemen PT Prudential Life Assurace (Prudential Indonesia) telah mendorong penjualan produk keuangan syariah terdongkrak.
![]()
Sharia Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo, mengaku fenomena munculnya kesadaran berasuransi ini dirasakan betul oleh perusahaan.
“ Buktinya, produk kami yang paling sederhana dan baru kita luncurkan, PRUCinta, dalam waktu singkat sudah terjual 50 ribu polis,” kata Nini dalam peluncuran produk “ PRULink Syariah Multi Asset Fun” secara virtual, Jumat 11 Desember 2020.
Selain mudah dipahami, Nini menjelaskan, produknya ini mudah didapatkan karena dijual melalui platform digital. Hal ini sejalan dengan tingkat pemahaman masyarakat akan asuransi syariah pun meningkat.
Survei yang dilakukan Prudential menemukan kesadaran berasuransi dari responden usia 25 tahun-50 tahun meningkat dari 31 persen pada 2016 menjadi 39 persen pada 2019. Minat mereka memiliki asuransi juga naik dari 40 persen menjadi 58 persen.
Dari data responden yang berminat, Prudential juga menemukan sebanyak 44 persen diantaranya berasal dari kalangan milenial berusia 25 tahun-34 tahun. Produk asuransi ini juga menarik 19 persen masyarakat non-Muslim.
“ Prinsip syariah ini memang universal,” kata dia.
Tren ini cukup menggembirakan karena potensi pasar asuransi syariah dalam tiga tahun ke depan diperkirakan akan meningkat menjadi Rp9,6 triliun.(Sah)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih