Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo mengakui keputusan untuk mengalihkan subsidi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memang pahit. Namun bukan berarti masyarakat harus mengalami kepahitan ini terlalu lama.
" Kalau lama-lama, rakyat juga jadi berpikir duitnya kemana," kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari laman setkab, Senin, 20 April 2015.
Menurut presiden, keputusan pahit yang diambil pemerintah ini memang untuk memperbaiki kesalahan masa lalu. Tak kurang dari Rp 300 triliun uang pemerintah dikucurkan untuk subsidi harga BBM.
Pemerintah yakin masyarakat akan merasakan pengorbanan mereka berbuah hasil jika seluruh proyek infrastruktur, seperti rel kereta, jalan tol, bandara terwujud.
" Kalau barangnya jadi, saya yakin kepercayaan kepada pemerintah akan jauh lebih dari hari ini. Saya yakini itu," katanya.
Anggaran subsidi harga BBM hingga Rp 300 triliun per tahun diakui Jokowi sangat besar sekali. Jika tak ada perubahan, dalam hitungan lima tahun saja Indonesia sudah bisa menghabiskan lebih dari Rp 1.500 triliun. " Kalau dua puluh tahun berarti Rp 6.000 triliun,” tukasnya.
Padahal jika dialihkan, anggaran subsidi selama 10 tahun itu bisa digunakan untuk membangun rel kereta api di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua. Dari perhitungan pemerintah, pembangunan kereta api dari Barat sampai ke Timur hanya membutuh anggaran Rp 360 triliun.
Sementara andai dialokasikan untuk membangun jalan tol, Indonesia setidaknya bisa membangun puluhan ribu kilometer jalan bebas hambatan. Bahkan seluruh proyek jalan tol diyakini bisa rampung semuanya.
" Karena jalan tol 1 km itu Rp 60 miliar. Karena itu, kalau Rp 3.000 triliun itu bisa mencapai beberapa puluh ribu kilo meter," katanya.
Berkaca dari perhitungan tersebut, presiden mengatakan di sinilah letak kesalahan yang ingin diubah pemerintahannya.
Presiden Jokowi menyebutkan, bahwa uang subsidi BBM akan dialihkan juga untuk irigasi, untuk bibit, untuk pupuk, sehingga yang namanya kedaulatan pangan kita bisa terwujud. “ Saya beri target pada Menteri Pertanian dulu 3 tahun untuk beras. Sekarang tidak jadi 3 tahun, tapi 2 tahun,” ujarnya.
Di daerah, dampai pengalihan subsidi BBM diyakini Presiden Jokowi akan kelihatan dalam jangka waktu 3-4 tahun, termasuk di Papua yang akan jadi fokus pemerintah.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia