Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) Agung Wicaksono menyatakan perlunya pengalihan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium (RON 88). Pasalnya, BBM jenis ini sudah sangat langka. Bahkan, tidak ada lagi negara di Asia Pasifik yang menggunakannya.
" RON 88 itu di Asia Pasifik sudah tidak ada yang pakai, dan karena itu ketersediaannya, pemasoknya terbatas itu-itu saja," ujar Agung di Jakarta, 19 April 2015.
Menurut Agung, kelangkaan jenis BBM ini menyebabkan harganya tidak memiliki acuan karena hanya beberapa pemasok yang bisa menyedikannya.
" Karena tidak ada produknya harganya tidak jelas, kalau RON92 ada acuannya. Oleh karena itu, karena harganya tidak jelas, potensi penyalahgunaan makanya kita dorong stop," jelasnya.
Seperti diketahui, Pertamina akan mengeluarkan produk BBM terbaru jenis RON90. Hal ini disebabkan kebutuhan pasar karena banyak kendaraan yang sudah tidak layak menggunakan BBM RON88.
Untuk itu, lanjut Agung, pihak tim merekomendasikan pengalihan ke RON92. Meski, pihak Pertamina memilih adanya produk baru, Pertalite, RON90, sebagai bentuk pengalihan ke RON92 secara bertahap.
" Tim rekomendasinya bukan penghapusan Premium, bukan pengalihan Premium menjadi Pertalite tetapi hapuskan RON88 dan pengalihan RON88 ke 92," jelasnya.
" Tapi kalau Pertamina bilang bertahap dari 88-90-92 ya itu silakan. Tapi yang paling penting kita mendorong bertahap itu bukan bertahap RON nya lho. Kalau dari 88 mau jadi 92 apakah artinya harus lewat 90 dulu? Ini tentunya Pertamina yang punya langkah demikian, tapi jangan sampai menimbulkan kekisruhan di masyarakat," tandasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya