Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks acuan saham syariah belum bisa keluar dari tekanan. Sentimen negatif dari bursa China membuat sejumlah bursa saham regional terpuruk ke zona merah.
Hingga awal pekan ini, pemodal asing masih belum berminat masuk kembali ke pasar modal Indonesia. Meski kemudian, asing justru berbalik melakukan aksi beli.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 20 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah tipis 0,017 poin ke level 170,864.
Meski dibuka ISSI masih bisa melawan tekanan dengan munculnya aksi jual. Terbukti, ISSI sempat menyentuh zona hijau dengan level tertinggi 170,887.
Pelemahan ISSi kali ini didorong koreksi harga saham yang melanda 83 emiten syariah. ISSI hanya bisa bergantung pada 37 emiten yang melaju di zona hijau.
Di awal perdagangan, pelaku pasar sudah mentransaksikan 3,59 miliar saham bernilai Rp 452 miliar.
Nasib lebih baik justru diukir saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan menguat 0,151 poin ke level 709,480.
Sayangnya, JII juga tak bisa menghindari aksi jual pelaku pasar. Hingga 28 menit waktu perdagangan, JII sudah terkoreksi 3,275 poin (0,46%) ke level 706,054.
Sebanyak 20 emiten bluechips syariah kini terpuruk ke zona merah. JII hanya menyisakan 4 emiten di zona hijau.
Bursa saham Indonesia awal pekan ini memang didominasi pelemahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini tercatat turun tipis 3,88 poin ke level 5.406,76 di sesi prapembukaan.
Pelemahan kembali berlanjut di sesi pembukaan ketika IHSG longsor ke level 5.400,05.
Lantai bursa hingga 30 menit waktu perdagangan sudah dipenuhi aksi jual beli dari 22,13 miliar saham. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 1,55 triliun.
Meski di awali posisi jual, asing kini justru berbalik melakukan aksi beli. Nett buy asing tercatat Rp 588 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya