Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

JII Dibuka Menguat, Sentimen Regional Bayangi Indeks Syariah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 20 April 2015 09:39
JII Dibuka Menguat, Sentimen Regional Bayangi Indeks Syariah
Pemodal asing yang melakukan aksi jual di awal sesi justru berbalik berburu saham di pasar modal Indonesia.

Dream - Indeks acuan saham syariah belum bisa keluar dari tekanan. Sentimen negatif dari bursa China membuat sejumlah bursa saham regional terpuruk ke zona merah.

Hingga awal pekan ini, pemodal asing masih belum berminat masuk kembali ke pasar modal Indonesia. Meski kemudian, asing justru berbalik melakukan aksi beli. 

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 20 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah tipis 0,017 poin ke level 170,864.

Meski dibuka ISSI masih bisa melawan tekanan dengan munculnya aksi jual. Terbukti, ISSI sempat menyentuh zona hijau dengan level tertinggi 170,887.

Pelemahan ISSi kali ini didorong koreksi harga saham yang melanda 83 emiten syariah. ISSI hanya bisa bergantung pada 37 emiten yang melaju di zona hijau.

Di awal perdagangan, pelaku pasar sudah mentransaksikan 3,59 miliar saham bernilai Rp 452 miliar.

Nasib lebih baik justru diukir saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan menguat 0,151 poin ke level 709,480.

Sayangnya, JII juga tak bisa menghindari aksi jual pelaku pasar. Hingga 28 menit waktu perdagangan, JII sudah terkoreksi 3,275 poin (0,46%) ke level 706,054.

Sebanyak 20 emiten bluechips syariah kini terpuruk ke zona merah. JII hanya menyisakan 4 emiten di zona hijau.

Bursa saham Indonesia awal pekan ini memang didominasi pelemahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini tercatat turun tipis 3,88 poin ke level 5.406,76 di sesi prapembukaan.

Pelemahan kembali berlanjut di sesi pembukaan ketika IHSG longsor ke level 5.400,05.

Lantai bursa hingga 30 menit waktu perdagangan sudah dipenuhi aksi jual beli dari 22,13 miliar saham. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 1,55 triliun.

Meski di awali posisi jual, asing kini justru berbalik melakukan aksi beli. Nett buy asing tercatat Rp 588 miliar.

Beri Komentar