Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merilis data mengenai pertumbuhan total simpanan per Februari 2015. Nilai total simpanan bulan Februari 2015 mengalami peningkatan sebesar Rp 53,5 triliun atau 1,27% (MoM). Peningkatan ini menjadikan total simpanan per akhir Februari 2015 mencapai Rp 4.222,5 triliun.
Seperti dikutip dari keterangan pers, Sabtu, 18 April 2015, berdasarkan jenis simpanan (giro, tabungan, deposit on call, deposito dan sertifikat deposito), yang memiliki pertumbuhan jumlah rekening paling tinggi adalah deposit on call yaitu 20,52 % (MoM). Jumlahnya rekeningnya meningkat dari 4.234 rekening (Januari 2015), menjadi 5.103 rekening (Februari 2015).
Sedangkan jika dilihat dari sisi jumlah nominal, pertumbuhan nominal sertifikat deposito adalah yang tertinggi (25,52% MoM). Dimana jumlah nominalnya dari sebesar Rp 3,7 triliun (Januari 2015) menjadi Rp. 4,6 triliun (Februari 2015).
Untuk simpanan dengan nilai sampai dengan Rp 2 miliar, jumlah rekeningnya meningkat sebesar 0,46% (MoM) dari 161.200.105 rekening (Januari 2015) menjadi 161.939.414 rekening (Februari 2015). Jumlah nominal simpanan menurun sebesar 0,13% (MoM). Per akhir Januari 2015 jumlah nominal simpanan berjumlah Rp 1.855,4 triliun, menurun menjadi Rp 1.853 triliun (Februari 2015).
Adapun untuk simpanan dengan nilai diatas Rp 2 miliar, jumlah rekeningnya meningkat 0,11% (MoM). Dari 228.433 rekening (Januari 2015) menjadi 228.689 rekening (Februari 2015). Sama halnya dengan jumlah nominal simpanan, meningkat sebesar 2,41% (MoM), dari Rp 2.313,6 triliun (Januari 2015) menjadi Rp 2.369,5 triliun (Februari 2015).
Terkait dengan jenis valuta, jumlah rekening simpanan dalam rupiah meningkat, namun jumlah rekening simpanan dalam valas mengalami penurunan.
Peningkatan jumlah rekening simpanan dalam rupiah adalah sebesar 0,46% (MoM), dimana per akhir Januari 2015 berjumlah 160.336.062 rekening, menjadi 161.075.882 rekening pada akhir Februari 2015. Sementara itu, penurunan jumlah rekening simpanan dalam valas adalah sebesar 0,02% (MoM). Per Januari 2015 jumlahnya mencapai 1.092.476 rekening, kemudian turun menjadi 1.092.221 rekening di akhir Februari 2015.
Jika dilihat dari nominal simpanan, kedua-duanya (rupiah dan valas) mengalami peningkatan. Simpanan dalam rupiah tumbuh 1,44% (MoM), dari sebesar Rp. 3.463.467 miliar (Januari 2015) menjadi Rp 3.513,4 triliun (Februari 2015). Simpanan dalam valas, jumlahnya meningkat sebesar 0,51% (MoM) dari sebesar Rp 705,5 triliun (Januari 2015) menjadi Rp 709,1 triliun (Februari 2015).
Bank umum peserta penjaminan per Februari 2015 berjumlah 119 bank. Terdiri dari 107 bank umum konvensional dan 12 bank umum syariah. Bank umum konvensional, terdiri dari 4 Bank Pemerintah, 26 Bank Pemerintah Daerah, 67 Bank Umum Swasta Nasional dan 10 Kantor Cabang Bank Asing.(Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya