Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para menteri Kabinet Kerja dan jajaran pemerintahan agar dalam menyelenggarakan setiap kegiatan dan program pemerintah harus konkret, riil, nyata, dapat dirasakan masyarakat, dan bukan hanya basa-basi.
Demikian pesan Jokowi yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Menurut Pratikno, permintaan Jokowi ini sudah disampaikan dalam berbagai kesempatan.
“ Presiden menekankan agar dalam menyelenggarakan program harus selalu pro rakyat dan pro perubahan. Tujuan akhir yanghendak dicapai pemerintah adalah berdaulat, berdikari, dan berkepribadian,” ujarnya, seperti dikutip dalam situs Seskab, Jumat, 17 April 2015.
Terkait dengan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pagu indikatif tahun 2016, jelas Pratikno, Presiden Jokowi menekankan agenda-agenda prioritas, yaitu: a. Tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan dapat dipercaya; b. Membangun Indonesia dari pinggiran; c. Reformasi system harus dilakukan di seluruh K/L; dan d. Penegakan hukum yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi.
Adapun terkait dengan pengembangan otonomi daerah, lanjut Pratikno, Presiden Jokowi meminta agar belanja Kementerian/Lembaga (K/L) harus mulai digerakkan menuju ke daerah. Sebab, bila belanja di pusat lebih besar dibandingkan di daerah, fungsi otonomi daerah akan dipertanyakan.
Pratikono menambahkan, pada saat pertemuan dengan para gubernur, bupati dan walikota, Presiden Jokowi telah menyampaikan akan mengalokasikan masing-masing daerah anggaran kurang lebih sebanyak Rp 100 miliar dengan mempertimbangkan angka kemiskinan, keluasan wilayah, dan jumlah penduduk.
Presiden Jokowi, kata Pratikno, menyoroti perbandingan antara belanja aparatur dan belanja pembangunan di daerah yang saat ini timpang dan tidak berimbang.
“ Dengan demikian, sedikit yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” terangnya.
Terkait dengan program pemerintah, Pratikno menyatakan Presiden Jokowi meminta agar program yang akan dirancang agar dipaparkan kembali secara cepat dihadapan anggota kabinet.
Adapun soal pembangunan techno park, Presiden Jokowi meminta agar diserahkan kepada BUMN agar ada keseimbangan.
“ Jangan dikerjakan oleh pemerintah daerah,” kata Pratikno menirukan pesan Presiden.
Pratikno juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi terkait dengan banyaknya badan-badan dan komisi-komisi yang dinilainya sudah tidak relevan lagi keberadannya.
“ Presiden meminta badan-badan atau komisi-komisi itu ditutup saja, dan anggarannya agar digunakan bagi program yang dapat dirasakan rakyat,” pungkas Pratikno. (Ism0
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya