Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Harapan berakhirnya indeks acuan saham syariah di zona positif pupus jelang sesi penutupan. Aksi jual investor menjatuhnya dua indeks saham syariah ke teritori negatif.
Nasib serupa juga melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terseret emiten-emiten sektor properti.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 17 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset 0,123 poin (0,07%) ke level 70,881.
ISSI yang dibuka melemah di awal sesi sempat melaju nyaman di zona hijau di sesi kedua. ISSI yang terkoreksi ke level terendah 170,785, bahkan menyentuh level tertinggi 171,442.
Namun langkah ISSI justru tertekan jelang sesi penutupan. Aksi jual merontokan harga saham sejumlah emiten syariah.
Menyambut libur akhir pekan, tercatat 94 emiten syariah harus rela bertengger di zona merah. Sebaliknya, 89 emiten ISSI bisa bernapas lega usai ditutup menguat.
Jelang libur kali ini, investor aktif mentransaksikan 32,69 miliar saham bernilai Rp 3,55 triliun.
Sementara itu, indeks saham-saham unggulan syariah sore ini juga bernasib sama. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 1,077 poin (0,15%) ke level 709,329.
Lebih dari separuh, atau 17 emiten bluechips syariah terserang aksi jual pelaku pasar. JII hanya mampu bertahan dengan 10 emiten yang menguat dan 3 lainnya stagnan.
Indeks JII yang menyentuh level terendah di 709,171 sempat menembus zona positif dengan posisi tertinggi 712,927.
Emiten jasa rumah sakit, SILO memimpin daftar emiten JII penghuni top gainer usai menguat Rp 750 per saham. Disusul AALI yang naik Rp 350, AKRA Rp 250, PGAS Rp 215, dan SMGR Rp 100 per saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kali ini tak bisa berbuat banyak dengan serangan aksi jual investor. IHSG ditutup melemah 10,089 poin (0,19%) ke level 5.410,644.
Lantai bursa sepanjang hari ini berhasil mentransaksikan Rp 5,42 triliun dengan 69,50 miliar saham menjadi objek dagang.
Investor asing kembali membuat kejutan jelang penutupan perdagangan saham. Asing membukukan nett sell Rp 525 miliar atau naik tinggi dari penutupan kemarin.
Dari pasar keuangan, rupiah justru memberikan kabar gembira. Penguatan rupiah masih terus belanjut dan bertengger di level Rp 2.836 per dolar AS, naik 69 poin (0,53%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya