5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Cynthia Tenggara Saat Jadi Pembicara Wanita Bicara Tentang Industri Digital (Dream.co.id/Arie Budi)
Dream - Selain berbakti kepada suami, berbisnis menjadi salah satu pintu rezeki bagi wanita. Namun, memutuskan menjadi pebisnis butuh pertimbangan matang.
Banyak perempuan yang mundur karena beragam ketakutan mulai dari rugi, bisnis tidak berjalan, atau takut hal-hal lainnya. Jika sudah dihantui ketakutan, inilah awal kegagalan.
Pendiri bisnis katering online, Berrykitchen.com, Cynthia Tenggara mengatakan melawan rasa takut merupakan kunci utama dalam merintis bisnis.
" Jangan pernah menyerah dan coba terus. Mereka (sebenarnya) punya ide bagus-bagus, tapi takut memulai," kata Cynthia dalam acara " Wanita Bicara tentang Industri Digital dari Tiga Sudut Pandang" di Jakarta, Rabu 26 April 2017.
Cynthia mengatakan seseorang tidak akan mengetahui kesulitan bisnis dan solusinya jika tidak mewujudkan ide bisnisnya. Jalan keluar dari semua permasalahan bisnis, 80 persen diantaranya justru hadir saat bisnis dirintis.
" Lama-lama bisnisnya bisa jalan," kata dia.
Menurut Cynthia, mental baja harus dimiliki seseorang yang ingin merintis bisnis. Kegagalan kerap dijumpai di individu-individu yang mudah menyerah saat merintis bisnis. Semangat pantang menyerah dan kerendahan hati untuk belajar adalah kunci sebuah keberhasilan.
Cynthia mencontohkan dirinya awalnya tidak tahu-menahu soal pembuangan limbah ketika merintis bisnis katering. Dia harus belajar ke berbagai pihak tentang cara mengolah limbah dari bisnis katering.
" Yang tadinya kerja sama orang itu cuma satu (hal) yang diketahui. Kalau punya bisnis, harus tahu semuanya," kata dia.
Tips berhasil merintis bisnis lain adalah komitmen. Cynthia mengatakan setiap wanita harus memikirkan masa depan sebelum memutuskan untuk berbisnis. " Tidak bisa berhenti di tengah jalan," kata dia.
Lulusan Universitas Pelita Harapan ini mengatakan wanita harus bisa memilih apakah akan menjadi ibu rumah tangga, 100 persen terjun ke bisnis, atau memilih keduanya. Perempuan yang memiliki usaha pun juga harus memikirkan karyawannya.
" Misalnya punya tim ada 100 orang. Bagaimana nasib mereka jika ditinggalkan," kata dia.
Kalaupun memilih bisnis dan menjadi ibu rumah tangga, kata Cynthia, seorang pebisnis perempuan harus rela melakukan pengorbanan. Dia mencontohkan dirinya yang rela membawa anaknya ke kantor.
" Banyak pengorbanan yang dilakukan kalau membawa anak ke kantor. Biasanya jam makan siang bisa santai, ini harus menyusui anak atau main bersama anak," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
