7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Indeks Saham Menguat.
Dream – Mengawali minggu ketiga April 2017, dua indeks syariah menguat pada penutupan perdagangan, Selasa 25 April 2017. Aksi beli jelang sesi penutupan mendorong indeks syariah yang sempat mendekam di zona merah.
Adanya aksi beli pemodal asing hingga di atas Rp 1 triliun mendorong laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).
Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ISSI, menguat 0,397 poin (0,21%) ke level 185,452. Di sesi pembukaan, indeks bergerak naik ke level 185,941, lalu terseret kembali zona merah.
Aksi beli besar-besaran jelang sesi penutupan, mengembalikan indeks ISSI ke jalur hijau.
Laju serupa dialami indeks keping biru syariah, JII yang menguat 0,369 poin (0,05%) ke level 740,166. Indeks JII menghijau di level 744,804 saat perdagangan dibuka, namun terus melemah.
Pemodal asing kembali agresif di awal pekan ini. Dengan 89,35 juta saham yang beralih tangan di lantai bursa, asing mencatatkan beli bersih hingga Rp 1,31 triliun.
Net buy asing juga dialami saham-saham syariah. Di jajaran ISSI, asing mencatatkan beli bersih hingga Rp 691 miliar. Hal yang sama terjadi pada indeks JII dengan nett buy asing Rp 681 miliar.
Kinerja mayoritas indeks sektoral di awal pekan ini cukup baik. Indeks industri dasar menjadi motor penggerak bursa usai naik 1,02 persen. Disusul indeks sektor infrastruktur yang naik 0,88 persen dan keuangan 0,69 persen.
Tekanan jual dialami tiga indeks sektoral yaitu indeks industri aneka yang turun 1,25 persen, perdagangan 0,34 persen, dan pertanian 0,25 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah top gainer hari ini adalah INTP yang harga sahamnya naik Rp300, SMGR Rp275, PTBA Rp225, LPPF Rp150, dan ICBP Rp100.
Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah top loser hari ini adalah SILO yang harga sahamnya terkoreksi Rp500, UNTR Rp325, UNVR Rp225, ASII Rp125, dan SSMS Rp25.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 50 poin (0,38%) ke level Rp13.260 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?