Indeks Syariah Belum Bergairah Meski Habis Liburan Panjang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 17 April 2017 16:53
Indeks Syariah Belum Bergairah Meski Habis Liburan Panjang
Sektor infrastruktur dan keuangan mendorong dua indeks syariah melemah.

Dream - Dua indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal kembali ke jalur positif. Investor yang cenderung wait and see dengan sentimen regional dan Pilkada DKI membuat saham-saham syariah berguguran. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Senin, 17 Apil 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 1,275 poin (0,70%) ke level 180,713. Semula, ISSI dibuka menguat di level 182,322 dan sempat menyentuh level tertinggi di angka 182,388. 

Laju pelemahan juga melanda indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII melemah 7,851 poin (1,09%) ke level 713,847.

Pada awalnya, indeks JII  bergerak menguat di level 723,686. Namun tekanan jual memaksa JII melaju di zona merah hingga perdagangan berakhir. Indeks JII hanya sempat menyentuh level tertinggi di angka 723,914.

Meski secara volume mengalami peningkatan, nilai transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini justru menurun. Dengan 67,98 juta saham yang berpindahtangan, nilai transaksi perdagangan saham ISSI mencapai Rp 3,46 triliun.

Di saat pemodal lokal melakukan aksi jual, investor asing kali ini justru berburu saham-saham syariah. Asing mencetak nett buy hingga Rp 667 miliar, naik hampir dua kali lipat dari perdagangan akhir  pekan lalu. 

Sepanjang perdagangan, sebagian besar kinerja indeks sektoral memerah. Indeks infrastruktur dan keuangan terkoreksi paling dalam. Masing-masing pelemahannya sebesar 1,45 persen dan 1,28 persen.

Penguatan tiga indeks--pertanian, pertambangan, dan barang konsumsi--tidak mampu menahan laju pelemahan perdagangan.

Emiten-emiten bluechip syariah top gainer favorit investor adalah PTBA yang harga sahamnya naik Rp325, INTP Rp150, dan ICBP Rp25.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp925, ASII Rp125, PTPP Rp110, LPPPF Rp100, dan TLKM Rp80.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 6 poin (0,05%) ke level Rp13.274 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar