Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Indonesian Hajj Expo 2023 (Foto: Istimewa)
Dream - Dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi haji, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah menggelar Indonesian Hajj Expo 2023.
Acara yang berlangsung pada 1 hingga 2 Februari 2023 di Balai Nusantara Jeddah ini diikuti para pelaku usaha, yakni calon penyedia layanan katering jemaah haji Indonesia, para importir dan pemasok produk-produk Indonesia, serta pengusaha UKM Indonesia.
“ Salah satu tujuannya, agar produk-produk Indonesia semakin banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umroh,” terang Dirjen PHU Hilman Latief dalam keterangan persnya.
Hilman mengatakan, dimensi dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umroh tidak hanya persoalan ibadah. Penyelenggaraan haji dan umrah juga mengandung unsur perniagaan.
“ Jika ini dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik, tentu akan memberikan manfaat secara ekonomi bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya, termasuk masyarakat Indonesia,” paparnya.
Menurut Hilman Indonesia dan Arab Saudi perlu terus meningkat kerja sama, sebab Arab Saudi sebagai negara tempat pelaksanaan ibadah haji dan umrah kemudian Indonesia sebagai pengirim jemaah terbanyak sedunia.
“ Sinergi ini perlu terus dimaksimalkan untuk saling memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara,” tandasnya.
Dream - Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh, melarang praktik subsidi biaya haji dari dana jemaah yang belum berangkat.
Menurut Niam, jika hal tersebut dilakukan maka bisa masuk kategori malpraktik dalam penyelenggaraan ibadah haji.
" Kalau digunakan untuk menutup Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bagi jemaah lain maka itu bisa masuk malpraktik penyelenggaraan ibadah haji," kata Niam dalam keterangannya, Senin 30 Januari 2023.
Dia menegaskan, dana BPIH milik calon haji yang masuk daftar tunggu tidak boleh digunakan untuk keperluan apapun, kecuali untuk membiayai keperluan yang bersangkutan.
" Kepemilikan dananya bersifat personal, meski dikembangkan secara kolektif, tetapi manfaatnya dikembalikan secara personal," ujarnya.
Selain masalah pengelolaan dana manfaat, Niam juga menyinggung soal konsep Istitha'ah atau kemampuan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Menurut Niam, ada keputusan Ijtima Ulama Tahun 2012 yang menyebutkan bahwa Istitha'ah merupakan syarat wajib haji (syarth al-wujub) tetapi bukan syarat sah haji (syarth al-shihhah).
Dia mengatakan, haji adalah soal ibadah mahdhah yang kewajibannya terkait dengan syarat istitha'ah yang meliputi 3 hal, pertama kesehatan jasmani dan rohani, kedua bekal langsung seperti biaya perjalanan hingga tempat tinggal, dan ketiga bekal tidak langsung atau kebutuhan lain.
Sumber: liputan6.com
Dream - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan jawaban atas kegelisahan sejumlah kalangan terkait kenaikan biaya haji 2023 yang diusulkan sebesar Rp69,1 juta per jemaah. Menurut Wapres usulan biaya haji yang disampaikan Kementerian Agama (Kemenag) bertujuan mempertahankan keberlanjutan subsidi haji yang selama ini diberikan.
Menurut Ma'ruf Amin, subsidi biaya haji saat ini terlalu besar yakni mencapai sekitar 59 persen. Kondisi ini menuntut perlunya penyesuaian biaya haji.
Dengan alokasi subsidi yang terlalu besar, lanjut Wapres, hasil optimalisasi dari pengembangan dana haji banyak yang dipergunakan untuk mensubsidi para jemaah.
“ Saya kira kemarin itu (2022) subsidi yang diberikan pada ongkos haji itu terlalu besar, 59 persen. Karena itu, maka hasil optimalisasi daripada pengembangan dana haji itu menjadi terambil banyak,” kata wapres di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu 25 Januari 2023.
Besarnya subsidi biaya haji dikhawatirkan akan menggerus pokok dana haji di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dalam jangka panjang, biaya haji akan menjadi sulit untuk disubsidi.
“ Perlu ada penyesuaian harga yang kalaupun disubsidi itu tidak membuat kemudian terhentinya subsidi itu nanti. Jadi sustainability pemberian subsidi itu jadi tidak terganggu,” ujarnya.
Ma'ruf menegaskan subsidi haji tahun lalu yang mencapai 59 persen membahayakan keuangan BPKH sehingga perlu dirasionalisasi.
“ Saya harapkan nanti ketemu besaran yang lebih rasional, yang bisa dipahami oleh para jemaah yang akan berhaji dan juga sustainability subsidi yang diberikan juga tidak terganggu,” kata Ma'ruf.
Diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan biaya haji naik menjadi Rp69 juta. Jumlah ini merupakan 70 persen dari dari usulan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang mencapai Rp98 juta untuk tiap jemaah.
Sedangkan sisanya yang 30 persen atau Rp29 juta akan diambil dari nilai manfaat pengelolaan dana haji.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan