Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Permintaan investasi berbasis aset di tengah ketidakpastian fiskal di sebagian besar negara di dunia kini semakin meningkat. Selain itu, hanya sebagian kecil dari nilai kekayaan dunia yang sekitar US$ 11,5 triliun dimiliki oleh individu Muslim.
Melihat kenyataan tersebut, pemerintah dan lembaga keuangan yang menyelenggarakan sistem keuangan syariah kini berusaha menarik perhatian investor - baik Muslim dan non-Muslim - untuk beralih ke manajemen investasi berbasis syariah.
Menurut International Shariah Research Academy for Islamic Finance, (ISRA), yang berbasis di Malaysia, ada banyak potensi yang bisa dilakukan untuk menyerap pengelola investasi berbasis syariah. Hingga kuartal keempat 2015, total aset Islam global yang dikuasai perusahaan investasi syariah hanya US$ 58 miliar dan jumlah pengelola investasi syariah di seluruh dunia baru 1.053.
Jumlah tersebut tak sebanding dengan kekayaan semua individu kaya di dunia yang mencapai US$ 56,4 triliun digabung dan lebih dari 9.200 pengelola investasi investasi di Amerika saja.
Dengan demikian, lembaga keuangan dan bank syariah telah melakukan upaya untuk meningkatkan dan memperluas layanan yang ditawarkan di bawah label Manajemen Investasi Islam, yang dipandang sebagai alternatif yang relatif baru yang menyasar bank syariah, serta bank konvensional dengan layanan syariah.
Layanan manajemen investasi syariah kini telah mencakup perencana keuangan Islam bersertifikat yang akan membantu individu atau perusahaan melakukan manajemen, perencanaan, dan pengawasan strategi investasi, berdasarkan aset dan surat berharga syariah.
Tetapi kenyataannya adalah bahwa sebagian besar aset Muslim masih dikelola oleh bank konvensional melalui produk perbankan konvensional.
" Masih ada dana investasi senilai US$ 9,5 triliun yang tetap berada di luar industri jasa keuangan Islam global yang memiliki aset senilai US$ 2 triliun," kata Profesor Humayon Dar, ketua Edbiz Corp, sebuah perusahaan konsultan keuangan Islam yang berbasis di Inggris.
“ Ini adalah kerugian besar bagi masyarakat Muslim dan bank syariah," katanya seraya menambahkan. " Bank-bank Islam memiliki peran untuk bermain dalam memperluas dampak sosial dari keuangan Islam ke masyarakat yang lebih luas."
Dia mengatakan perluasan keuangan Islam dapat dicapai dengan meningkatkan kapasitas pengelolaan kekayaan bank syariah, mendiversifikasi berbagai produk sesuai dengan pilihan risiko investor yang selama ini hanya mengandalkan pada produk manajemen investasi konvensional karena tidak menemukan produk syariah yang setara.
(Sumber: Zawya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya