Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Bersama Peserta KTT Luar Biasa OKI Di Jakarta
Dream - Jelang dibukanya Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (KTT-LB OKI) pemerintah Indonesia terus menjajaki kerjasama bilateral dengan beberapa negara.
Usai menjajaki hubungan bilateral dengan Gambia, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kembali bertemu dengan Menlu Tajikistan Aslov Sirodijin Muridinovich. Selain membahas mengenai kemerdekaan Palestina, perbincangan bilateral dua negara juga membahas mengenai masalah ekonomi dan pertahanan.
Menurut Retno, pemerintah ingin menjalin hubungan diplomatis demi peningkatkan peran ekspor produk khas Indonesia ke Tajikistan. Sebab, selama dua tahun relasi dagang dengan Tajikistan, pemerintah Indonesia mendapatkan respon positif.
" Di tahun 2014 Indonesia mendapatkan surplus US$65,1 ribu (Rp846 juta). Adapun di tahun lalu, Indonesia mendapatkan surplus US$ 516,7 ribu (Rp6,7 miliar)," kata Retno, Minggu, 6 Maret, 2016.
Menurut Retno, Indonesia memang tengah mencari pasar guna memasarkan produk-produk yang belum terpasarkan di Tajikistan.
" Kami ingin mencari celah peluang untuk produk Indonesia khususnya produk tekstil, furnitur, elektronik, teh, dan produk kulit," ujar dia.
Selain mendorong adanya penguatan ekonomi kedua negara, perbincangan Indonesia-Tajikistan juga ingin merumuskan kerja sama baru di bidang keamanan. Kedua negara ingin mencegah adanya jaringan kejahatan transnasional.
" Kami ingin meningkatkan kerja sama dalam mengatasi tantangan bersama khususnya pada kejahatan transnasional, misalnya terorisme, narkoba, dan lain-lain," ujar dia.
Selain mengekspor, Indonesia juga mengimpor beberapa kekayaan alam alam Tajikistan. Dalam catatan yang ada, impor utama Indonesia dari Tajikistan ialah padi dan seng (zinc).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya