Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Aksi jual investor ditengah kondisi regional yang aman kembali menumbangkan bursa syariah ke zona merah. Padahal investor asing kembali menggelar aksi belanja saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 5 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,084 poin (0,05%) ke level 154,442.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga terkoreksi 2,845 poin (0,43%) ke level 654,522.
ISSI yang dibua menguat bahkan sempat menembus level tertinggi di 155,143. Namun tekanan jual dari investor lokal memaksa ISSI jatuh ke level terendah di 152,653.
Penghuni ISSI sebetulnya didominasi saham-saham yang bergera menguat. Tercatat 109 emiten syariah ditutup menguat sedangkan 69 lainnya terserang aksi jual. Lebih dari separuh penghuni indeks JII juga ditutup menguat.
Sebagian besar indeks sektoral juga ditutup menguat dengan emiten pertambangan memimpin laju kenaikan sebesar 1,76 persen. Namun kenaikan ini tertahan koreksi indeks sektor barang konsumsi yang turun 1,01 persen dan perdagangan 0,32 persen.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif normal dengan mencetak transaksi Rp 3,46 triliun dari 42,04 miliar saham yang berpindahtangan.
Saham raksasa perusahaan barang konsumsi, UNVR kembali mengalami tekanan jual. Saham ini rontok Rp 1.225 per saham atau 2,64 persen. Top losser lainnya dihuni LPPF yang turun Rp 450, UNTR Rp 375, ITMG Rp 250, dan AKRA Rp 100.
Sebaliknya, penguatan yang dialami penghuni top gainer relatif lebih kecil. AALI yang menjadi top gainer hanya menguat Rp 200 (1,34%). Emiten INCO yang menguat 7,23 persen atu Rp 120 juga tak berkontribusi besar pada penguatan JII.
Top losser lainnya diisi INDF yang terkoreksi Rp 100, INTP Rp 100, dan SILO Rp 75 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah terus bergerak menguat. kurs Dolar AS terhadap rupiah sore ini turun 98 poin (0,74%) menjadi 13.134.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya