Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Organisasi teroris terkaya dunia, ISIS terkenal pintar dalam mencari dana. Kini, ISIS diketahui berhasil mengumpulan pundi-pundi uang dari pasar saham dunia.
Bahkan ISIS disebutkan mengeruk untung besar dengan mempermainkan pasar mata uang dunia di depan hidup para bankir dunia.
Mengutip laman telegraph.co.uk, Jumat, 4 Maret 2016, ISIS disebutkan berhasil meraih untung US$ 20 juta, sekitar Rp 266 miliar per bulan. Sumber uang untuk bermain saham berasal dari uang hasil jarahan sejumlah bank saat mengambil alih kota Mosul, Irak.
Uang hasil bermain saham itu kemudian dicuci dengan bermain saham di pasar modal resmi di Timur Tengah. Selanjutnya, dana itu diputar kembali di sejumlah lembaga keuangan di Irak dan Yordania.
Cara baru kejahatan kerah putih ISIS ini telah menjadi ladang uang baru bagi organisasi tersebut. Bersama dengan penyelundupan minyak serta pemerasan terhadap warga yang tinggal di daerah yang masih dikuasainya.
Temuan ini terungkap dalam sesi penjelasan komite khusus dibentuk Kementerian Luar Negeri Inggris yang berusaha mengungkap peran Inggris dalam keuangan ISIS.
Dalam sesi tersebut diketahui kepala keuangan ISIS akan menggunakan uang hasil jarahan simpanan bank sentral senilai US$ 429 juta di tahun 2014 untuk bermain di pasar saham.
Mereka juga menggunakan uang dari pembayaran pensiun yang masih dibayarkan pemerintah Ira ke sejumlah pegawai negerinya.
" Uang hasil jarahan bersama uang pensiun dialihkan ke bank di Yordania dan dibawa kembali ke sistem keuangan di Bagdad," kata komite tersebut.
Metode ini memungkinkan ISIS bisa mengeksploitasi kelemahan dari sistem untuk mengeruk keuntungan besar dari nilai tukar mata uang asing dan pengembalian uang pensiun.
Pegawai dari kementerian luar negeri Inggris, Tobias Ellwood mengakui adanya celas dari sistem keuangan lokal. Namun saat ini pihaknya berupaya untuk menangani masalah tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya