Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dream - Menggandeng lembaga pembiayaan internasional tertua di dunia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap bisa memacu minat emiten di Indonesia untuk menerbitkan surat utang syariah (Sukuk).
Alternatif sumber pembiayaan baru ini diyakini bisa digunakan untuk proyek infrastruktur di INdonesia.
" Dengan dukungan penuh dari kementerian BUMN, seluruh BUMN di Indonesia dan pelaku pasar modal, kami yakin pasar modal syariah di Indonesia akan semakin berkembang, mulai dari tingkat literasi sampai dengan tingkat utilitas, yang berujung pada meningkatnya market share sukuk korporasi,” kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Sarjito dalam sambutan Workship Peranan Sukuk dalam Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur, Kamis, 3 Maret 2016.
Adam Harris, pembicara dari UK Export Finance (UKEF), lembaga pembiayaan internasional tertua di dunia yang didirikan oleh pemerintah Inggris tahun 1919, menilai BUMN dan korporasi di Indonesia, sebetulnya dapat memanfaatkan skema penjaminan dari lembaga keuangan internasional untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di sukuk korporasi rupiah.
UKEF sendiri sudah pernah melakukan penjaminan terhadap sukuk yang diterbitkan salah satu maskapai penerbangan di Timur Tengah.
Sementara itu, CIMB Securities uang pernah menangani penerbitan sukuk PT XL Axiata senilai Rp 1,5 triliun mengakui kesuksesannya selama ini tak lepas dari fasilitas insentif OJK.
Direktur CIMB Sekuritas yang juga Head of Debt Syndicate, Anung Rony Hascaryo, mengatakan penerbitan sukuk tersebut memanfaatkan fasilitas insentif berupa pengurangan biaya pendaftaran.
Negara Inggris merupakan sebagai negara non-muslim pertama yang menerbitkan sukuk negara sebesar 200 juta pound sterling di tahun 2014. Dengan dukungan lembaga keuangan yang memiliki pengalaman dan keahlian internasional dalam penerbitan sukuk, OJK berharap bisa membantu pengembangan pasar sukuk korporasi berdenominasi rupiah di Indonesia.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?