Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah Indonesia gagal melanjutkan penguatan setelah pemodal lokal menahan aksi beli. Anjloknya harga saham industri aneka menjadi pemicu.
Padahal, investor asing hari ini menggelar aksi beli besar-besar. Asing membukukan nett buy hingga Rp 980,69 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 3 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,057 poin (0,04%) ke level 154,526.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga terkoreksi 2,628 poin (0,40%) ke level 657,367.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya memulai perjalanan dari zona positif. ISSI bahkan sempat menembus level tertinggi 155,461.
Transaksi perdagangan saham syariah hari ini terbilang tinggi hingga menembus Rp 4,38 triliun. Sebanyak 107 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau sementara 68 lainnya tertekan aksi jual.
Emiten di sektor industri aneka menjadi pemicu rontoknya bursa syariah setelah anjlok 2,53 persen. Koreksi juga dialami emiten barang konsumsi 0,62 persen dan porperti 0,16 persen.
Penguatan signifikan dari indeks sektor infrastruktur sebesar 1,47 persen, tak cukup mengangkat ISSI dan JII ke zona hijau.
Saham UNVR yang kemarin meroket, kali ini justru turun tajam Rp 1,375 per saham. Top losser lainnya dihuni ASII yang turun Rp 225, ITMG Rp 150, AALI dan SILO masing-masing Rp 100 per saham.
Di jajaran top gainer, bertengger saham UNTR yang naik Rp 225. Disusul AKRA, ICBP, dan INTP yang masing-masing menguat Rp 125 per saham. Koreksi juga dialami saham INDF yang turun Rp 100 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya