Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Tak Mampu Lanjutkan Penguatan

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 3 Maret 2016 16:44
Indeks Syariah Tak Mampu Lanjutkan Penguatan
Aksi beli jelang sesi penutupan tak mampu menahan koreksi dalam saham UNVR

Dream - Bursa saham syariah Indonesia gagal melanjutkan penguatan setelah pemodal lokal menahan aksi beli. Anjloknya harga saham industri aneka menjadi pemicu.

Padahal, investor asing hari ini menggelar aksi beli besar-besar. Asing membukukan nett buy hingga Rp 980,69 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 3 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,057 poin (0,04%) ke level 154,526.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga terkoreksi 2,628 poin (0,40%) ke level 657,367.

Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya memulai perjalanan dari zona positif. ISSI bahkan sempat menembus level tertinggi 155,461.

Transaksi perdagangan saham syariah hari ini terbilang tinggi hingga menembus Rp 4,38 triliun. Sebanyak 107 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau sementara 68 lainnya tertekan aksi jual.

Emiten di sektor industri aneka menjadi pemicu rontoknya bursa syariah setelah anjlok 2,53 persen. Koreksi juga dialami emiten barang konsumsi 0,62 persen dan porperti 0,16 persen.

Penguatan signifikan dari indeks sektor infrastruktur sebesar 1,47 persen, tak cukup mengangkat ISSI dan JII ke zona hijau.

Saham UNVR yang kemarin meroket, kali ini justru turun tajam Rp 1,375 per saham. Top losser lainnya dihuni ASII yang turun Rp 225, ITMG Rp 150, AALI dan SILO masing-masing Rp 100 per saham.

Di jajaran top gainer, bertengger saham UNTR yang naik Rp 225. Disusul AKRA, ICBP, dan INTP yang masing-masing menguat Rp 125 per saham. Koreksi juga dialami saham INDF yang turun Rp 100 per saham.

Beri Komentar