5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Masjidil Haram Di Malam Hari (Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi umat Islam yang mampu diwajibkan melaksanakan haji. Mampu dalam hal ini berkaitan dengan fisik maupun finansial.
Tetapi, kapan tepatnya perintah haji mulai berlaku? Terkait hal ini, banyak sekali pandangan yang dikemukakan oleh para ulama. Ada yang menyebut haji diwajibkan pada 9 Hijriah, ada pula yang menyebut perintah haji berlaku pada 6 Hijriah, 4 Hijriah, bahkan 10 Hijriah.
Masing-masing ulama punya dasar atas pendapatnya. Contohnya, perintah haji mulai berlaku pada 9 Hijriah didasarkan pada Surat Ali Imron ayat 97, pada 6 Hijriah karena turunnya Surat Al Baqarah ayat 196 dan lain sebagainya.
Yang pasti, praktik haji sudah ada sejak sebelum Islam. Setiap Zulhijjah, orang-orang Arab datang berbondong-bondong ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji.
Dikutip dari NU Online, terdapat perbedaan antara ritual haji sebelum dan sesudah Islam. Dalam buku Mekkah: Kota Suci, Kekuasaan dan Teladan Ibrahim, disebutkan dua perbedaan utama.
Perbedaan pertama yaitu tempat haji. Di masa pra-Islam, haji hanya berpusat di Kabah. Dalam pandangan masyarakat Arab kala itu, Kabah adalah tempat sakral sementara lainnya tidak.
Ketika Islam hadir, haji dilaksanakan tidak hanya terpusat di Kabah melainkan sejumlah tempat lain seperti Arafah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah secara jelas menyebut haji adalah Arafah sehingga bagi umat Islam, puncak haji adalah wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah.
Haji periode Islam juga dijalankan dengan mengunjungi Mina, Muzdalifah, serta Bukit Safa dan Marwa. Masing-masing tempat dikunjungi untuk menjalankan rukun haji seperti melontar jumroh, mabit, dan sa'i.
Perbedaan kedua, pelaksanaan waktu haji. Masyarakat Arab pra-Islam selalu melaksanakan haji saat musim panen agar mereka juga bisa berdagang di Mekah.
Sementara umat Islam melaksanakan haji pada bulan Zulhijah mulai tanggal 8 hingga 13. Waktu ini sudah ditentukan oleh Allah dan tidak bisa diubah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?