Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Prospek Keuangan Syariah di Singapura Terang-benderang

Reporter : Ramdania
Rabu, 4 Juni 2014 14:04
Prospek Keuangan Syariah di Singapura Terang-benderang
Industri keuangan syariah di negara jiran Singapura memperlihatkan potensi yang bagus ke depan. Hal ini disebabkan banyaknya arus dana yang masuk dari investor Timur Tengah.

Dream - Otoritas Moneter Singapura (MAS) menilai prospek keuangan syariah di Singapura terlihat cerah. Indikatornya, banyak pengusaha yang memanfaatkan pasar utang syariah.

" Singapura merupakan negara mayoritas Non Muslim satu-satunya yang masuk dalam 15 negara terbesar dengan sistem keuangan syariah," ujar Direktur Pelaksana MAS, Ravi Menon seperti yang dikutip dari Saudi Gazette, Rabu 4 Juni 2014.

Pendanaan berbentuk syariah terus dikembangkan untuk memenuhi permintaan dari investor asal Timur Tengah dan Asia. " Terdapat beberapa perusahaan yang telah menerbitkan sukuk sebagai sumber baru pendanaannya," jelas Menon.

Sukuk merupakan jenis obligasi yang aturannya memenuhi prinsip Islam dengan tidak adanya pembayaran bunga.

" Banyak likuiditas di ruang konvensional yang siap masuk ke produk syariah. Ini suatu kesempatan besar karena banyak likuiditas yang masuk ke Singapura," ujar CEO Bank Islam Asia, Toby O'Connor.

Sukuk muncul untuk menjadi instrumen kunci dalam arus modal lintas perbatasan. Ini didorong permintaan yang terus tumbuh dalam investasi syariah. " Permintaan ini melebihi dua kali lipat dari jumlah sukuk yang ada," tambah Direktur dan CEO OCBC Al Amin Bank Berhad, Syed Abdull Aziz Syed Kechik.

Saat ini terdapat 15 bank di Singapura yang masuk dalam perbankan syariah, atau naik dua kali lipat dibandingkan jumlah pada 5 tahun lalu. Negara ini juga menerbitkan 30 sukuk sampai saat ini, 7 sukuk diterbitkan tahun 2013.

Keuangan syariah tumbuh double digit dalam beberapa tahun terakhir. Realisasi ini membuatnya menjadi salah satu bintang di bidang keuangan internasional. Negara baru yang ikut menerbitkan obligasi syariah ini adalah Inggris dan Hong Kong.

Menon menyebutkan aset keuangan syariah secara global diperkirakan mencapai US$ 1,8 triliun pada akhir tahun 2013 atau naik dari US$ 1,5 triliun pada tahun 2012.

Namun, Kuala Lumpur tetap menjadi pemimpin dalam pasar syariah dimana persentasenya adalah 60 persen dari pasar syariah di dunia.

Menurut laporan terbaru, aset perbankan syariah global diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 3,4 triliun pada 2018. (Ism)

Beri Komentar