Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Literasi Keuangan Perlu Diajarkan Sejak Usia Dini. (Foto: Shutterstock)
Dream – PT Prudential Indonesia menilai literasi keuangan bagi anak-anak penting dilakukan. Perusahaan asuransi ini menilai perilaku keuangan bisa dibentuk pada usia 7 tahun hingga 12 tahun.
“ (Anak) usia 7 tahun-12 tahun mengerti dan mengetahui tentang uang. Behavior bisa dibentuk pada usia itu. Kalau dewasa, (perilaku keuangan) susah diubahnya,” kata Sharia, Government Relations and Community Investment, Nini Sumohandoyo, dalam media briefing virtual “ Komitmen dan Strategi Prudential Indonesia Tingkatkan Literasi Keuangan Indonesia”, Senin 30 November 2020.
Apalagi, angka literasi keuangan anak masih rendah. Hal ini mengacu kepada indeks baca yang masih berada di 37,32 persen. “ Literasi keuangan menjadi salah satu faktor (indeks baca rendah),” kata dia.
Berdasarkan hasil riset Prudential di seluruh Asia, kata Nini, ada 95 persen orang tua yang setuju bahwa keterampilan mengelola uang itu penting. Tapi, baru 13 persen yang merasa anak-anaknya memiliki kecakapan mengelola uang. Saat ditanya cara mengajarkan keuangan kepada anak-anaknya, orang tua memilh melalui televisi dan internet.
“ Anak-anak mendapatkan informasi dari dua media ini,” kata dia.
Nini mengatakan pihaknya membuat program literasi keuangan digital melalui saluran Youtube. Program yang bernama Cha-Ching menyasar anak usia 7 tahun-12 tahun di 12 negara.
“ Kami mengajarkan konsep yang sederhana sekali, yaitu earn, save, spend, dan donate,” kata dia.
Dalam pengajaran ini, anak diajarkan untuk lebih menghargai uang. Apalagi, kata Nini, orang tua sering memanjakan anak, seperti membelikan barang-barang yang mahal bagi anak. “ Sehingga membuat value of money menjadi blur,” kata dia.
Nini mengatakan program itu diperkenalkan di Indonesia pada 2012 dan pada 2016, pihaknya bekerja sama dengan Prestasi Juniors Indonesia untuk membuat modul-modul pengajaran.
“ Pada 2020, Cha-Ching Kids at Home diluncurkan karena ada pandemi Covid-19,” kata dia.
Prudential telah menjangkau 5,5 juta orang melalui program literasi keuangan pada anak. Ini termasuk kampanye digital melalui situs, media sosial , televisi lokal, dan kerja sama dengan bloggers.
Literasi keuangan ini juga telah disosialisasikan dan dimasukkan ke dalam kurikulum. Program ini telah menjangkau 146 ribu siswa SD dam 4.800 guru.
“ Pada 2024, kami menargetkan ada 1 juta penerima manfaat (termasuk siswa dan guru),” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya