Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IHSG Dan Indeks Syariah Perkasa Hari Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah bertahan di zona hijau. Nilai tukar Dolar AS yang tergusur ke level Rp13 ribu jadi angin segar baik pelaku pasar untuk kembali terjun ke bursa saham.
Meroketnya laju bursa saham Indonesia juga tak lepas dari guyuran dana ke pasar saham Indonesia. Hari ini, Kamis, 10 Januari 2019, Bursa Efek Indonesia (BEI) kebanjiran dana investor sampai di atas Rp10 triliun.
Papan perdagangan BEi mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) meroket 1,913 poin (1,03%) ke level 187,493. ISSI terus menanjak setelah dibuka menghijau di 186,013.
Aksi beli semakin marak jelang perdagangan berakhir dan membawa ISSI menyentuh level tertingginya.
Penguatan lebih tinggi dicetak indeks keping biru syariah yang kebanjiran guyuran dana investor. Jakarta Islamic Index (JII) melambung hingga 12,169 poin (1,75%) ke level 706,573. Sementara Indeks JII70, naik 3,339 poin (1,44%) ke level 234,869.
Aliran dana yang masuk ke pasar modal membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin sumringan. IHSG meninggal level 6.200 dengan menguat 56,476 poin (0,9%) menjadi level 6.328,714.
Apresiasi rupiah terhadap dolar AS menjadi pelecut bagi investor melantai di bursa. Aksi beli saham marak terjadi di hampir semua indeks sektoral. Pembelian saham terbanyak terjadi di sektor barang konsumsi, industri dasar, dan manufaktur. Indeks ketiga sektor itu naik masing-masing 1,96 persen, 1,79 persen, dan 1,63 persen.
Hanya ada satu indeks yang melemah, yaitu pertanian sebesar 0,37 persen.
Emiten syariah top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik sampai Rp2.325,SMGR Rp725, LPPF Rp400, BAYU Rp340, dan UNIC Rp270.
Sebaliknya, harga saham JECC terkoreksi Rp1.015, ITMG Rp450, ISAT Rp305, TGKA Rp240, dan MKPI Rp200.
Dari pasar uang, rupiah memukul mundur ke level Rp13 ribu. Pada pukul 16.28, dolar AS melemah 130 poin (0,93%) ke level Rp13.995.
Namun data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat dollar AS rata-rata masih diperdagangan di atas level 14.000. Hari ini JISDOR mencatat dollar AS melemah 27 poin ke level Rp14.093. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya