Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Dream – Menteri Susi Pudjiastuti, mengaku punya banyak kekurangan selama tiga tahun memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Salah satunya sifatnya yang cenderung tidak sabar dan temperamental, sehingga dia meminta maaf atas sifatnya ini.
“ KKP tidak hanya baik, pasti ada yang jelek. Saya, dengan ketidaksabaran dan temperamental kadang membuat Bapak Ibu merasa jengkel saat diberi perintah, komando, ataupun arahan. Angkatan Laut dan kepolisian pasti merasakan yang sama,” kata Susi dalam acara halal bihalal KKP di Jakarta, Senin 10 Juli 2017, dilansir Merdeka.com.
Menurut Susi, sifatnya yang tegas dan ingin serba cepat, sulit hilang. Namun, semua itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja di tubuh kementerian dalam menunjang kemajuan negara.
“ Kalau Anda minta saya mengubah tegas dan tidak sabaran, itu sulit. Saya lahir sudah begini, selalu ingin kerja selesai, beres, (dan) baik supaya negara makin maju, baik swasta maupun negeri,” kata founder Susi Air ini.
Susi melanjutkan, ketegasan dan ketidaksabarannya ini membawa KKP ke arah yang lebih baik. Hal ini terlihat dari beberapa perbaikan kinerja yang semakin positif.
“ Tolong berubah yang santun, yang apa saya tidak bisa berubah. Dengan segala kekencangan saya dalam meminta dan memaksa supaya lebih baik, saya rasa hasilnya sudah lumayan,” kata dia.
© Dream
Dream - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selalu menjadi inspirasi bagi publik. Tak hanya di Indonesia namun juga publik dunia.
Menteri Susi dianggap telah membuat terobosan yang 'gila' dalam mencegah pencurian ikan dan perusakan biota laut, dengan meledakkan kapal pelaku.
Sulit disangkal, langkah Susi mendapat simpati, terutama dari publik AS. Dia pun diganjar penghargaan Peter Benchley Ocean Awards.
Dalam simposium bertajuk 'Ocean of Tomorrow', Susi mengakui langkahnya dengan meledakkan kapal pencuri ikan serta memerangi kapal pengguna cantrang, belumlah mampu menghilangkan persoalan di bidang kelautan dan perikanan.
Meski demikian, dengan langkah itu cadangan ikan meningkat cukup signifikan dan sejumlah spesies ikan yang telah lama menghilang, kini kembali.
" Apa yang sesungguhnya kami dapatkan adalah kehormatan," ujar Susi, dikutip dari Gloucester Times, Senin, 16 Mei 2017.

Susi pun menceritakan bagaimana para nelayan asing selama bertahun-tahun begitu bebas menangkap ikan di perairan Indonesia. Kata Susi, ada sekitar 10.000 kapal asing yang dengan gampang memancing, " Seperti di negara mereka sendiri."
" Mereka tidak bisa lagi melakukan apapun sekarang," tegas Susi.
© Dream
Langkah 'gila' Susi yang tak pernah luput dari sorotan media dinilai positif masyarakat dunia. Keberanian Susi meledakkan kapal telah membuat dunia tersadar, laut harus diselamatkan dari ancaman pencurian.
" Media yang mendokumentasikan langkahnya (Susi) dalam meledakkan kapal-kapal itu benar-benar membantu memberikan edukasi kepada dunia," ujar Direktur Program Perlindungan Lingkungan sekaligus peneliti pada Stimsom Center Washington, Sally Yozell.

Paparan Susi pun membuat takjub Senator AS Sheldon Whitehouse yang juga hadir dalam simposium tersebut. Sembari bercanda, Senator itu memberikan apresiasi atas kinerja Susi yang begitu cemerlang dalam menjaga lautan.
" Anda telah menenggelamkan kapal dengan jumlah yang lebih banyak daripada US Navy (Angkatan Laut AS)," kata Whitehouse.
Ya, begitulah Susi, perempuan putus sekolah yang justru menjadi penyelamat sektor kelautan Indonesia. Terima kasih, Bu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya