Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Negosiasi Gaji. (Foto: Shutterstock)
Dream – Negosiasi gaji. Sebuah kesempatan yang menakutkan bagi banyak pencari kerja ditambah dengan potensi jebakan di dalamnya.
Apakah negosiasi gaji itu penting dan harus dilakukan oleh pencari kerja? Atau tidak perlu dilakukan? Negosiasi gaji perlu dilakukan bagi kandidat supaya mendapatkan penghasilan yang diinginkan dan setara dengan pekerjaannya.
Dilansir dari The Muse, Sabtu 8 Juli 2017, ada tiga waktu yang tepat untuk bernegosiasi gaji. Pertama adalah saat menerima penawaran pekerjaan. Jika ini terjadi, itu kesempatan yang bagus. Anda punya kekuatan yang lebih ketika mengetahui ada perusahaan yang menawari pekerjaan.
Nah, kalau baru saja menerima tawaran pekerjaan dan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, lebih baik segera membicarakan gaji.
Kedua ketika bisa memberi tahu “ nilai” apa yang bisa diberikan kepada perusahaan. Ini yang paling penting untuk diingat. Calon perusahaan tidak akan peduli seberapa besar biaya sewa rumah, cicilan mobil, atau biaya pengasuhan anak. Mereka cenderung peduli tentang apa yang Anda punya untuk diberikan kepada perusahaan.
Jika mendapatkan kesempatan untuk negosiasi gaji, selain memberikan angka yang akan disodorkan, Anda juga sebaiknya mempresentasikan kelebihan yang akan diberikan kepada perusahaan. Nilai apa yang akan diberikan kepada perusahaan supaya perusahaan menganggap Anda mendapat bayaran yang lebih besar.
Ketiga, saat menolak pekerjaan, kecuali dibayar lebih tinggi. Biasanya kandidat akan kecewa ketika mengetahui bayaran yang diberikan tidak setara dengan pekerjaan. Tak jarang mereka pun menolak dengan alasan gajinya terlalu rendah. Saat itu juga, perusahaan memberikan kesempatan untuk bernegosiasi gaji. Itu juga merupakan waktu yang tepat untuk membicarakan gaji dengan perusahaan, misalnya menaikkan sedikit lebih tinggi daripada jumlah yang ditawarkan.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam